sieradMU.com Kota – Jajaran Reserse Kriminal, Polres Klaten berhasil menghadirkan 3 pelaku penipuan dan penggelapan, berkedok sales regulator kompor gas. Penangkapan ini berkat laporan salah satu korban yang berasal dari Desa Brajan, Kecamatan Prambanan.

Informasi yang dihimpun sieradMU.com, ketiga pelaku tersebut berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten di wilayah Salatiga, Jawa Tengah. Dari 5 pelaku  yang berhasil diringkus jajaran Polres Klaten dan Salatiga, 3 diantaranya digiring ke Polsek Prambanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasatreskrim, AKP. Ardiansyah Rithas Hasibuan mengatakan, biasaya pelaku datang kerumah secara berkelompok, terdiri dari 4-sampai 5 orang. Setelah terjadi komunikasi dengan pemilik rumah, satu diantaranya nanti akan menunjukan via hp, bahwa korban mendapatkan hadiah kompor gas mewah seharga 19 juta dan ditunjukan contoh kompor gas dimaksut, padahal ini hanya bohong belaka.

“Setelah korban tertarik, korban diminta utk membayar untuk pengurusan kompor dengan uang tunai 1,5juta sampai dengan 2 juta, untuk memuluskan aksinya merekapun menerima pembayaran dengan menitipkan pershiasan jika tidak ada uang tunai”,kata Kasatreskrim, Sabtu (9/5/2020).

Lebih lanjut dijelaskan, setelah pelaku membujuk korbandan bisa menitipkan perhiasan emas yang ada, sebagai jaminan, pelaku menjanjikan  paling lama 5 hari kompor akan dikirim via paket, tetapi sampai beberapa hari barang tidak kunjung diterima korban, hingga korban melporkan ke Polsek Prambanan.

“Korban merupakan warga Desa Brajan, Kecamatan Prambanan,  karena korban tidak ada uang maka menyerahkan gelang emas seberat 9 gram yang dimiliki sebagai jaminan”,jelas nya.

Kapolsek Prambanan, AKP Suyono menjelaskan  setelah mendapatkan laporan dari korban, petugas melakukan pendalaman dan akhirnya Team Resmob Polres Klaten di back up Resmob Polres salatiga berhasil menangkap 5 pelaku, 2 menjalani penyidikan di salatiga dan 3 pelaku menjalani penyidikan di polsek Prambanan.

“Pelakunya ada lima orang, dengan setiap orang memiliki peran yang berbeda-beda saat tiba di rumah korban. Keempat dari tersangka  warga kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan serta satu orang kabupaten Sukoharjo,”tuturnya.

Salah satu tersangka, Wardianto (21) mengaku melakukan aksinya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah ia menikah satu bulan. Selain di wilayah Prambanan Klaten dia bersama temannya juga telah melakukan aksi yang sama yaitu di kabupaten Jepara.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga pelaku diancam pasal  378 dan 372 KUHP,  Penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Dinda