sieradMU.com Klaten Tengah – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STIKES Muhammadiyah Klaten menggelar rumah pintar immawati online belum lama ini. Ketua Umum PK  IMM Avicenna STIKES Muhammadiyah Klaten menyebut melalui kegiatan diharapkan  dapat memotifasi kaum perempuan yang sebenarnya memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki.

Kegiatan yang dilakukan secara online  melalui Zoom Meeting Cloud ini menghadirkan tema Feminisme dan Masa Depan Gerakan Perempuan, menghadirkan narasumber Frisca Wulandari,S.Pd, Kabid IMMawati DPP IMM periode 2018-2020 dan dimoderatori oleh Immawati Vika Nur Aini, Ketua Umum PK IMM Avicenna STIKES Muhammadiyah Klaten.

“Melalui Media Center Ketua Umum PK  IMM Avicenna STIKES Muhammadiyah Klaten, kegiatan ini merupakan suatu bentuk diskusi untuk mahasiswi khususnya di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan umumnya eksteral Perguruan Tinggi Muhammadiyah dimana agar mengetahui bagaimana perempuan harus memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam mengembangkan diri dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan pendidikan”, kata Vika Nur Aini, Ketua Umum PK IMM Avicenna STIKES Muhammadiyah Klaten.

Dijelakan Vika, Mahasiswi saat ini harus  kritis dalam menghadapi fenomena saat ini terkhusus mengenai feminisme ini dan tentunya organisasi mahasiswa serta para immawati menjadi pilar penting untuk memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan keadilan guna mengembangkan diri immawati dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan pendidikan.

 

“Diskusi yang menghadirkan tokoh immawati yang sangat berpengalaman di organisasi mahasiswa terkhusus dalam bidang immawati  ini diikuti puluhan mahasiswi Muhammadiyah maupun eksternal mahasiswi Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia”,jelasnya.

Sedangkan Immawati Frisca Wulandari sebagai narasumber dalam diskusi tersebut  mengungkapkan bahwa gerakan feminisme muncul karena banyak nya kasus ketidakadilan pada perempuan. Gerakan feminisme perlu didukung sehingga perempuan dapat melindungi martabat dirinya, anak-anaknya serta keluarganya.

“Sebagai organisasi yang bergerak dalam keagamaan dan perempuan, kepada kaum perempuan kader IMM maupun eksternal organisasi IMM harus belajar manajemen lobby yang merupakan langkah awal dari gerakan feminisme dan dapat diwujudkan di kehidupan sehari-hari”,ungkapnya.

Kontributor : Rahmi – Editor : Nur Muhammad