sieradmu.com Polanharjo – Terdampak proyek strategis nasional (PSN) jalan tol Solo-Yogya, Sebuah dusun di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten berubah menjadi kampung mati. Para miliarder tersebut juga merasa sedih karena harus berpisah dari kampung halamannya.

Saat redaksi sieradmu menyambangi dukuh Ngentak, Desa Kranggan, kecamatan Polanharjo, Klaten, para penghuninya mulai meninggalkan rumah mereka, yang masih tersisa hanya  puing-puing dan material bangunan rumah yang berserakan.

Diketahui, setelah warga terdampak tol Solo-Jogja menerima uang ganti rugi (UGR), mereka lalu berinisiatif melakukan pembongkaran rumah secara mandiri. Sebelum akhirnya pergi meninggalkan dukuh itu untuk mencari tempat tinggal lain.

Saat ini, para miliarder baru di Dusun Ngentak itu sudah mulai menempati kediaman barunya. Ada yang masih dalam satu wilayah desa maupun kecamatan. Namun, ada pula yang memilih pindah ke luar kota, mengikuti saudara lainnya.  Ada sekitar 22 rumah yang telah dibongkar oleh warga terdampak tol.

Wargapun juga masih nampak ada yang mengambil bahan bangunan yang masih dapat digunakan sebelum diratakan oleh pelaksana proyek tol.

“Ini sedang mengambil material yang masih dapat digunakan seperti genting, kayu, kusen pintu dan lainny”,kata Sarno, keluarga terdampak tol, kamis (23/9/2021).

Karena tidak menjadi persoalan UGR, menurutnya, wargapun tidak keberatan bangunan nanti diratakan dan resmi meninggalkan kampung halaman. Sudah satu bulan ini beberapa warga yang terdampak jalan tol mulai meninggalkan rumahnya.

“Karena mulai ditinggalkan, secara otomatis jadi sepi, meski sebelumnya kampung ini cukup ramai dengan warga yang hidup berdampingan”,ucapnya.

Yanto, Ketua RT 14, Desa Kranggan menjelaskan mereka yang terdampak tol sudah memulai kehidupan baru di lokasi berbeda, ada yang masih di Desa Kranggan, luar desa bahkan ada yang ikut anaknya keluar kota.

“Yang dirasakan juga sedih karena harus berpisah dan meninggalkan kampung tercinta, meski demikian warga juga ikhlas karena inilah jalan yang harus ditempuh”,jelasnya.(Nur)