sieradMU.com Sukoharjo – Di tengah pandemik Covid 19 ini, memang banyak warga yang butuh perhatian bantuan. Tak terkecuali Mariyam (70 tahun) yang tinggal di Kampung Kedung Gudel RT 01 RW 03 Kelurahan Kenep, Sukoharjo.

Dalam keseharian, Maryam yang sudah tua ini harus merawat dua orang anaknya yang mengalami keterbelakangan mental, namanya Wahyono (37 tahun) dan Wahyudi (34 tahun). Wahyono hanya bisa berbaring dan makan, karena mengalami kelumpuhan. Sedang Wahyudi masih bisa bergerak mencari rosok. Mariyam sendiri mengaku tidak bekerja karena kondisi tubuhnya yang sudah ringkih.

 ‘’Kulo nggih naming nyuwun-nyuwun ten sabin menawi enten tleser gabah, kulo nyuwun gogrokan gabah,’’ kata Maryam di rumahnya, Rabu (29/04/2020).

Empati dengan keadaan warga yang sangat membutuhkan, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf. Chandra Ariyadi mendatangi rumah tersebut dengan membawa sembako dan uang tunai.

Saat ditemui, Maryam sedang duduk di teras rumahnya tanpa masker. Dengan serta merta Dandim memberikan masker dan memakaikannya. Mereka terlibat pembicaraan didampingi Lurah Desa Kenep, Mudiarso serta Danramil Sukoharjo Kota.  

 “Sehat nggih Bu,” tanya Dandim Chandra, disambut anggukan Mariyam yang duduk di teras rumahnya dengan kondisi yang memprihatinkan.

Tidak banyak kata, Dandim datang bersama Lurah Kenep Mudiarso, menyerahkan bantuan berupa beras, telur, mie instan dan sejumlah uang tunai.

Dandim berkesempatan masuk ke dalam rumah Maryam yang hanya seluas 3×5 meter tersebut. Keadaan di dalam sangat tidak layak untuk kondisi kesehatan. Di dalam rumah yang terbagi dua dengan kakak Maryam tersebut, terlihat kotor dan kumuh. Ada dua papan yang berfungsi sebagai tempat tidur berkasur using tipis.

Anaknya yang bernama Wahyono hanya berbaring terlentang, sambil makan, sehingga makanannya tercecer di sekitar bantal. Sedang Wahyudi berlari menjauh bila ada kerumunan orang di rumahnya.

‘’Dia biasanya mencari rongsokan,’’ jelas Maryam.   

Dandim juga nampak menepuk-nepuk kaki Wahyudi dan melihat ruangan tersebut. Melihat kondisi yang sangat tidak layak dari segi kesehatan dan estetika, Dandim berencana seusai pandemi Covid, akan melakukan bedah rumah.

“Kami akan usahakan agar Bu Mariyam mendapatkan rumah yang layak. Kita koordinasikan dengan pemerintah. Semoga tahun depan bisa direalisasikan,” kata Dandim.

Lurah Kenep, Mudiarso, menambahkan, Mariyam dan dua anaknya baru setahun ini menjadi warga Kenep, sebelumnya tinggal di Tawangsari.

Awalnya Bu Maryam ini menikah dan tinggal di Tawangsari. Baru satu tahun mereka kembali ke sini dengan dua orang anaknya. Kami usahakan mencari bantuan untuk keluarga ini. Sebagai hamba Allah, kita semua punya kewajiban untuk tolong menolong,’’ pungkas Lurah Mudiarso.
Reporter : Kinan – Editor : Dinda