Oleh : Latif Safruddi,SE – (Sektaris BPD Desa Sumberejo, Klaten Selatan)

Tulisan ini berawal dari pertanyaan masyarakat dan beberapa diskusi dengan temen yang tidak percaya dengan Kepemimpinan Presiden Jokowi yang sedang berupaya dengan semangat tenaga siang malam untuk menangani COVID 19 diindonesia.

Tulisan ini disampaikan dengan kapasitas saya sebagai BPD serta yang konsen kepada kebijakan Publik dimasyarakat, dan bukan sebagai dukung mendukung pemerintahan.

Hal yang sangat menarik dari kasus COVID 19 adalah semua berlomba lomba bersatu membahu untuk memcegahnya dengan berbagai cara ada dirumah, kebersihan diri, kampung ditutup dengan dilakukan oleh masyarakat sendiri sesuai mereka menerima informasi yang diterima oleh mereka masyarakat sesuai kemampuannya karena teknologi yang luar biasa digengaman kita semua.

Informasi diterima harus dewasa dalam menyaringnya tidak hanya metahan atau hanya berita HOAX yang selalu dilakukan dan dishare oleh masyarakat maka terjadilah panik masyarakat.

COVID 19 akan aman dimasyarakat saya pernah bilang internet ditutup sementara hanya dibuka yang berkepentingan oleh pemrintah dalam menjalankan kordinaai dan informasi satu jalur. Kalau tidak maka masyarakat kita akan mengeshare berita sampah.
COVID 19 diumumkan semua daerah lakukan kordinasi membentuk satgas covid 19 tingkat kabupaten, kecamatan, desa serta RW semua tugaa masing masing jelas diatur dalam juknisnya.

Dengan berkembangnya covid yang marak maka Kementerian Desa membuat surat keputusan kalau dana desa 1-2 milyar perdesa untuk dialihkan kegiatan penangganan COVID 19. Di desa, Kami bersama Pemdes dan BPD padahal baru lakukan rapat penentuan dan persetujuan dana desa 2020 untuk apa saja kegiatanya sudah disahkan oleh BPD dengan segala upaya perdebatan dan diskusi dana untuk kegiatan apa saja sudah berhasil.

Entah ada angin apa seminggu kemudian ada perintah dari kabupaten lewat kecamatan untuk merubah RAPBDes nya karena dana harus untuk kegiatan COVID 19 dengan hal ini BPD dan pemdes lakukan rapat lagi untuk merubah anggaran APBDes yang sudah disepakati bersama karena harus dialihkan untuk COVID 19 Desa.

Kebetulan Satgas Desa, Satgas RW desa kita sudah terbentuk maka anggaranya kita bahas pemdes dan BPD. Rapat dipmpin oleh Kepela Desa untuk RAB anggaran dilakukan oleh Sekdes desa dengan alot dan banyak beargumen dan diskusi karena kami sepakat dana yang kita putuskan bermanfaat untuk masyarakat. Munculah anggaran perubahan APBDes muncul RAB 75 juta untuk kegiatan satgas desa, dan RW ada muncul beli kergo, obat semprot, alat tes dan sampai upah tenaga semprot per RW kita anggarkan selama satu bulan april ini. Waktu itu juga muncul kenapa tidak untul masyarakat miskin kita bantu dampak Covid 19 bantuan sembako ditolak oleh peserta rapat karena belom ada dampak secara ekonomi.

Hal ini dengan desa dengan desa lain dalam penentuan berbeda tetapi hampir sama karena RAB sudah dipandu dari Kabupaten. Inilah biasa masyarakat awam yang tidak mau tanya informasi membedakan, bahkan memberikan stigma bahkan memberikan informasi yang lain dengan berita dan informasi yang salah terjadilah biasa miskomunikasi bahkan kepercayaan pada pemdes didesa masing masing hanya salah terima informasi dan tidak tau proses fakta yang ada.

Dengan adanya perintah dan informasi pemerintah bahwa dana desa dialihkan untuk BLT dana desa untuk dicairkan kepada masyarakat miskin yang kena dampak COVID 19 didesa masing masing. Peraturan pemerintah lewat menteri desa membuat aturan untuk dilakukan BLT Dana Desa tepat sasaran buat warganya. Informasi ini disampaikan oleh desa lewat RT RW maka siapa yang layak dapat maka terjadilah pendataan segera ada yang RT mengusulkan warganya didata untuk dapat BLT dana desa ada juga yang dilakukan dengan kesepakatan kesepakatan RT RW, ada juga yang dilakukan dengan bener bener sesuai fakta yang ada karena mereka warganya sudah memahami mana yang harus di bantu dan yang tidak bukannya ketika ada bantuan kita memiskinkan diri karena inilahnyang terpenting karena revolusi metal wargalah diuji oleh Tuhan dengan hatinya masing masing tapi saya yakin ini ada balasan dan Tuhan tau mana yang mampu dan tidak.

Dengan hal tersebut 600rb yang akan dibantu oleh BLT Dana Desa selama 3 bulan sangat mengiurkan, maka banyak yang mau warganya mendapatkan itu. Karena dengan hal tersebut pemdes berupaya agar aman dan informasi sampai ke RT dan lembaga desa mengadakn rapat besuk mendatangkan pembicara dari kecamatan untuk menyamakan siapa yang dapat BLT Dana Desa.

Karena ini masalah adalah moralitas dibahas model apapun saya kira seharusnya masyarakat kita bermoral karena bantuan itu sudah ada hak siapa yang menerima, dalam islam lebih baik tanggan diatas bukan dibawah. Semoga ini ujian kita untuk menambah pahala dari Allah karena kita bisa menyaksikan saudara kita dibantu oleh pemerintah, karena iri hati adalah perbuatan jelek dan dosa. Wallahualam.