sieradMU.com Polanharjo – Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi  melaksanakan program kerja Pencanangan Kampung Siaga Candi di Desa Nglinggi Kecamatan Klaten Selatan. Kapolres Klaten menyebut kampung ini dipilih sebagai percontohan karena ketaatan warga yang tinggi terhadap protokol kesehatan serta memiliki lumbung pangan.

Dalam kunjungan kerja di 3 lokasi di Klaten, Kapolda didampingi Pangdam IV Diponegoro diwakili Danrem 074 Warastratama Kolonel Inf. Rano Maxim Adolf Tilaar, Komisi 3 DPR RI dari Partai Nasdem Eva Yuliana dan PJU Polda Jateng.

“Sampai saat ini Polda Jateng sudah mempunyai 4.029 kampung siaga yang berfungsi salah satunya untuk adaptasi kebiasaan baru di pandemi Covid-19. Kampung Siaga Candi di Klaten ini didalamnya berisi antara lain ketahanan pangan khususnya pertanian dan perikanan”,kata Kapolda, Senin (20/7/2020)

Selain meresmikan kampung siaga, Kapolda juga melakukan penaburan benih ikan sebanyak 40.000 ekor, panen raya padi jenis rojo lele di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Klaten dan panen ikan Nila merah di Desa Nganjat Kecamatan Polanharjo dan Desa Nganjat Kecamatan Polanharjo Klaten. Kapolda juga memberikan bantuan  kepada enam  perwakilan camat.

“Saya yakin dan percaya bahwa instruksi Bapak Presiden kepada TNI/Polri dapat kita lakukan untuk mengatasai bersama-sama perekonomian kita pada masa pandemi corona ini,” katanya.

Kapolres Klaten, AKBP. Edy Suranta Sitepu menjelaskan Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten selatan dipilih sebagai kampung siaga candi karena daerahnya masih zero positif Covid-19. Ketaatan menjalankan protokol kesehatan juga tinggi serta sudah mempunyai program lumbung pangan.

“Pemerintah Desa setiap jum’at telah menyediakan logistik yang digantung di gudang penyimpanan, warga yang membutuhkan dapat mengambil logistik tersebut, demikian pula warga yang punya kelebihan ikut mengisi lumbung pangan, semoga ini dapat dicontoh desa lain utamanya di Klaten”,jelas Kapolres.

Bupati Klaten, Sri Mulyani menambahkan Klaten memiliki lahan padi seluas 59.000 hektar dan yang sudah panen sekitar 37.000 hektar. Ia menjelaskan penghasilan padi yang dipanen di Klaten mencapai 227.000 ton beras dengan kebutuhan masyarakat sekitar 126.000 ton beras sehingga Klaten dapat surplus beras sebanyak 101.000 ton beras. “Setiap desa di Klaten kami wajibkan membuat lumbung panganya masing-masing,” ucapnya.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Dinda