sieradmu.com Delanggu РMemasuki era digital, dakwah  yang sekarang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam meneguhkan gerakan keagamaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Delanggu, Supriyata dalam pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Konten Kreator Dakwah yang diselenggarakan Majelis Pustaka dan Informasi, PCM Delanggu, media online rolas.id dan sieradMUgroup.

“Kehadiran media sosial bagi Muhammadiyah harus diirngi adaptasi¬† dengan¬† mengubah model dakwah yang berbeda dan¬† mengikuti perkembangan zaman”,katanya di Mushola Aisyiyah, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Jum’at (12/11/2021).

Seperti diketahui geliat warga persyarikatan untuk memanfaatkan media sosial untuk berdakwah dinilai masih kurang, padahal kader dan sumberdaya manuasia sangat banyak.

Ayunda Nur Fitri, Pegiat Media Sosial Muhamamdiyah yang hadir dalam workshop sebagai nara sumber membenarkan hal tersebut, sebut saja generasi millenial yang masuk  pelajar Muhammadiyah, pimpinan ortomnya dari tingkat pusat hingga ranting sudah pada kisaran 518.490 orang berdasarkan data dari situs resmi PP IPM, tahun 2020.

“Pimpinan ortomnya saja banyak apalagi kadernya, hanya saja mereka banyak yang belum aktif memanfaatkan media sosial untuk berdakwah”, ucapnya.

Melihat potensi SDM generasi millenial yang banyak tersebut, seharusnya gerakan dakwah Muhamamdiyah melalui media sosial lebih bisa dioptimalkan.

Ketua MPI PCM Delanggu, Dwi Wignyo Mulyono mengungkapkan, workhsop ini merupakan bagian dari ikhtiar MPI dan Lembaga Penyiaran serfta media yang dikelola untuk menumbuhkan semangat dakwah melalui media sosial di era digital, disamping sebagai kegiatan semarak Milad Muhammadiyah Ke-109.

“Peserta kita bekali wawasan tentang jurnalistik dakwah, teknik dasar pengambilan gambar serta praktik membuat konten mellaui akun media sosial yang dimiliki para peserta”, ungkapnya. (Nur)