sieradmu.com Klaten utara -Penolakan atau keberatan atas penetapan harga ganti rugi pembebasan lahan jalan tol Yogya-Solo yang dilayangkan warga terdampak di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, akhirnya berlanjut ke gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Klaten.  Sebanyak 25 warga terdampak mengaku mesti menempuh jalur hukum demi memperjuangkan hak-hak mereka.

Sebelumnya sebanyak 26 warga terdampak telah membubuhkan tanda tangan penolakan atau keberatan mereka atas penetapan harga ganti rugi lahan proyek jalan tol Yogya-Solo di Desa Manjungan, karena keberatan para warga terdampak jalan tol ini tidak mendapatkan tanggapan berarti dari pihak Kantor ATR/BPN Klaten selaku Ketua Panitia Pembebasan Lahan Jalan Tol Yogya-Solo juga  dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogya-Solo//

Untuk meperjuangkan hak-hak mereka, sebanyak 25 warga terdampak dari 26 warga yang awalnya menyatakan keberatan, melanjutkan penolakan mereka ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten

“Awalnya kami warga terdampak dijanjikan pihak Kantor ATR/BPN Klaten untuk dilakukan mediasi dan musyawarah, namun hingga tenggat waktu persetujuan 14 hari habis belum juga terlaksana, maka  sesuai aturan perundangan, warga terdampak pun mesti melanjutkan keberatan mereka ke gugatan pengadilan”, kata Koordinator warga terdampak,  Nanang Maskuri, kemarin (20/11/2021).

Dengan adanya gugatan ini, tentu berharap ada pihak yang mendengar rasa keberatan kami para warga yang terdampak jalan tol Solo-Yogya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Totok Wijayanto  mempersilahkan warga terdampak mengajukan keberatan ke pihak pengadilan, sebab keputusan pengadilan merupakan satu-satunya mekanisme yang diatur dalam aturan perundangan, untuk menyelesaikan keberatan warga terdampak.

” Hingga saat ini  belum mendapat laporan terkait jumlah warga terdampak yang membawa keberatan mereka ke pengadilan, saya juga masih bertanya-tanya apakah keberatan warga tersebut murni inisiatif sendiri atau justru digerakkan pihak-pihak tertentu”,ucapnya. (Nur)