sieradMU.com Sukoharjo — Banyaknya kasus positip Covid 19 yang terjadi di wilayah Sukoharjo akhir-akhir ini, ditambah banyaknya pemudik yang tidak patuh, membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menyiapkan Rumah Sehat.

Menurut keterangan jurubicara Gugus Tugas Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati, Rumah Sehat akan menempati Barak Dalmas milik Polres Sukoharjo, yang berada di Desa Mandan, Kecamatan Sukoharjo Kota.

“Barak Dalmas tengah dalam persiapan. Rencananya akan menyiapkan 24 bed, dengan perincian 10 bed lantai bawah dan 14 bed lantai atas. Untuk sisi kiri, akan diperispkan tempat untuk petugas medis dan tenaga kesehatan serta menyimpan peralatan. Rencananya kami akan menyiapkan 24 bed dengan perincian 10 bed di lantai bawah dan 14 bed di lantai atas”, jelas Yunia, Senin (27/ 4/ 2020).

Pengelolaan Rumah Sehat ini, menurutnya akan dilengkapi dua tenaga paramedis, tenaga kesehatan, dan driver. Dalam sehari, akan dibagi dalam 3 shift. Untuk hari-hari tertentu, akan dihadirkan dokter spesialis THT, psikiatri dan psikolog.

“Nanti yang menempati Rumah Sehat ini yaitu orang yang terkonfirm positip Covid namun keadaannya fisiknya baik dalam arti sehat tidak sakit, ODP dan PDP gejala ringan yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah sendiri karena disebabkan berbagai factor. Misalnya rumahnya kecil atau ada penolakan dari warga sekitar. Orang-orang inilah yang nantinya menempati Rumah Sehat ini”, ucap Yunia.

Selain di tingkat Kabupaten, Yunia yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo ini mengungkapkan,  rumah sehat atau rumah karantina juga ada di setiap masing-masing desa, yang pengelolaannya ada bidan desa serta relawan desa lawan Covid, serta mitra relawan lainnya.

“Secara akumulatif, sampai saat ini Kabupaten Sukoharjo menempati urutan teratas di Solo Raya untuk yang positip Covid yaitu 26 kasus dengan perincian saat ini yang masih dirawat 13 orang. Ditambah 8 orang isolasi mandiri, 2 orang sembuh, dan 3 orang meninggal dunia”,ungkapnya.

Yunia juga menambahkan, pihaknya saat ini sudah menelusuri orang-orang yang kontak erat dengan kluster Ijtima Gowa. 25 orang sudah dilakukan rapid test hasilnya 16 positip. Namun untuk yang 16 orang ini masih menunggu hasil test lanjutan yaitu test swab yang belum diketahui. (Kinan)