sieradmu.com Klaten – Tahun ini RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten genap berusia 94 tahun. Puncak perayaan ulang tahun digelar dengan protokolkesehatan yang sangat ketat, Rumah sakit plat merah ini juga melakukan  peresmian Gedung Bedah Sentral Terpadu dan Critical Center oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU.

Kegiatan Peresmian Gedung Bedah Sentral Terpadu dan Critical Center diselenggarakan di halaman Instalasi Rawat Jalan dengan dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Spesialis THT-KL (K), M.A.R.S, beserta rombongan, Wakil Bupati Kab. Klaten, Forkopimda Kab. Klaten, Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas RSST, Direktur Utama RS Vertikal Kementerian Kesehatan, Direktur RS Sekitar Klaten, dan Pimpinan Mitra Kerja.

Acara dimulai dengan Sambutan dan laporan Direktur Utama RSST, Sambutan oleh Bupati Kabupaten Klaten yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kabupaten Klaten, H. Yoga Wardaya, SH, MH, Penandatanganan Prasasti Peresmian oleh Menteri Kesehatan RI, Sambutan dan arahan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pomotongan rangkaian bunga melati secara simbolis oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI

Dalam tinjauan lapangan, para tamu undangan disuguhkan live surgery “ENDOSCOPY SPINE UNIPORTAL”.

Dalam kesempatan kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis hibah satu unit mobil operasional dari PT. Bank Mandiri kepada RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.  Hibah diserahkan oleh Vice President Bank Mandiri Rheyna Anggun Marnala kepada Direktur Utama RSST, disaksikan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Senin (20/12/2021).

Pengembangan RSST sebagai rumah sakit kelas A Pendidikan dilakukan dengan pengembangan pelayanan dan penambahan dokter sub spesialis yang harus diimbangi dengan pembangunan sarana prasaranan salah satunya gedung yang mendukung pelayaan yang representatif baik dari kapasitas, luasan, jenis pelayanan dan arsitekturalnya.

Direktur Utama dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Bedah Sentral Terpadu dan Critical Center dengan pembebanan kebutuhan pembangunan dialokasikan pada kegiatan Belanja Modal Gedung dan Bangunan dengan total nilai kontrak sebesar Rp 158.191.579.700,- dengan produk  bangunan setinggi 5 lantai yang mewadahi pelayanan Lantai 1 untuk IGD, Instalasi Sterilisasi sentral dan Radiologi, Lantai 2 dan 3 untuk pelayanan intensif care (NICU, ICCU, ICU) sedangkan lantai 4 dan 5 untuk pelayanan bedah / kamar operasi dan HCU, yang pendanaannya bersumber dari dana BLU melalui 3 (tiga) tahap pembangunan.

“Alhamdulillah RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten ( RSST) sudah berhasil menambah kapasitas layanan dengan menyelesaikan pembangunan Gedung Bedah Sentral Terpadu dan Critical Center (GBST). Namun yang penting buat saya, bukan gedung yang penting. Dengan gedung ini harus diukur berapa peningkatan pasien yang dilayani dengan dibangunnya gedung ini, berapa jumlah pendapatan yang meningkat, bagaimana impact terhadap masyarakat, berapa angka penuruanan kematian ibu, berapa angka penurunan kematian bayi” tutur Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Spesialis THT-KL (K), M.A.R.S dalam sambutan dan arahannya.

“Minta tolong, teman-teman RS Vertikal dapat menjaga image RS Pemerintah, jangan sampai menolak pasien, karena 1 pasien yang kita tolak merupakan corong buat masyarakat bahwa rumah sakit kurang bagus” Beliau menambahkan.(Nur)