sieradmu.com Delanggu – RSU PKU Muhammadiyah Delanggu lembali menyelenggarakan kegiatan In House Training dengan tema “Manajemen Resiko Rumah Sakit”. IHT ini merupakan salah satu program dari di PKU Delanggu dalam rangka meminimalkan kemungkinan kejadian yang memiliki konsekuensi negatif bagi pengunjung rumah sakit atau pasien, pegawai rumah sakit dan rumah sakit sendiri.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Administrasi tersebut  di ikuti peserta dari masing-masing unit di rumah sakit. Kegiatan IHT kali ini menghadirkan pembicara dr. Alva Putri Deswandari selaku Plt. Direktur Umum PKU Delanggu dan Usman, AMK selaku IPCN PKU Delanggu.

Pelaksana Tugas Direktur Umum, RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, dr. Alva Putri Deswandari dalam kesempatan tersebut mengatakan, sejalan dengan perkembangan sistem pelayanan rumah sakit yang semakin kompleks, menciptakan pelayanan yang aman bagi pasien di rumah sakit merupakan tantangan bagi setiap manajemen rumah sakit.

“Adanya manajemen resiko yaitu untuk mempersiapkan resiko-resiko yang mungkin saja terjadi supaya bisa terkontrol dan jangan sampai menimbulkan insiden, Dalam manajemen resiko ada proses-proses yang akan kita lalui diantaranya yaitu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, menangani, dan juga monitoring”, katanya, kemarin (23/6/2022).

Sedangkan menurut Usman selaku IPCN di RSU PKU muhammadiyah Delanggu, Salah satu resiko yang terjadi di rumah sakit yaitu penyebaran atau penularan virus, Tidak hanya pasien saja, petugas rumah sakitpun juga rentan beresiko terkena infeksi, jadi kita harus hati-hati dengan menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan.

“Pemakaian APD yang tepat, sterilisasi alat kesehatan, pengelolaan limbah medis, pengelolaan sanitasi dan isolasi pasien menjadi hal yang harus diperhatikan supaya dampak bahaya dari resiko penularan infeksi dapat dihindari.” ucap Usman.

Dengan terlaksananya IHT ini, diharapkan seluruh SDM di PKU Delanggu dapat mengimplementasikan manajemen resiko untuk meminimalkan dan mengurangi adanya resiko-resiko yang ditimbulkan terkait pelayanan terhadap pasien yang menimbulkan insiden negatif bagi pasien dan rumah sakit. (Nur)

SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten