sieradMU.com Ngawen – Hari ini ummat islam merayakan idul adha tahun 1442 H dengan menyembelih hewan qurban. Karena dimasa pandemi Covid-19, alat perebah yaitu portable restraining boxmenjadi alternatif untuk mengurangi kerumunan massa penyembelih hewan qurban.

Seperti di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Jamaah Pengajian Basis yang terdiri dari tiga dukuh di Desa Gatak yakni, Jetis, Ketitang dan dan Tempel, pada tahun ini Panitia Qurban mulai menggunakan alat perebah sapi yang dibuat secara mandiri.

“Ini kali pertama kita menggunakan alat yang dibuat  seharga 2 jutaan tersebut”,kata Muhammad Noer Cholis Madjid, Panitia Qurban Jamaah Pengajian Basis, Selasa (20/7/2021).

Dijelaskan, selain bisa menghemat biaya (mengurangi biaya sewa jasa jagal), alat ini juga untuk mengurangi stres pada hewan kurban.

“Biasanya satu ekor sapi saat penyembelihan membutuhkan 15-20 orang, dengan menggunakan alat ini bisa hewat hingga 50% tenaga penyembelih”,katanya.

Diakui sesuai dengan anjuran pemerintah pada penyembelihan dan penditribusian daging qurban dimasa pandemi covid-19 agar memperhatikan protokol kesehatan, tidak menimbulkan kerumunan hingga akhirnya menjadi klaster penularan kasus.

“Selain menggunakan alat ini yang dapat mengurangi jumlah tenaga, panitia juga memangkas petugas dilokasi penyembelihan”,ujarnya.

Nurcholis menjelaskan, proses penyembelihan sapi dengan menggunakan alat ini dimulai memasukkan sapi qurban  ke dalam portable restraining box, setelah itu sapi diikat pada ujung-ujungnya dan posisi kepala sapi di tempat yang akan disembelih.

“Jika posisi sudah nyaman dan pas baru alat perebah digulingkan dan proses penyembelihan dilaksanakan, diringi dengan takbir dan penyebutan shahibul (pemilik) kurban, tahun ini kita menyembelih 6 ekor sapi dan 5 ekor kambing yang akan didistribusikan untuk sekitar 350 kk di dua RW”,jelasnya. (Noer)