Salah satu keterampilan utama guru adalah kemampuan utama guru adalah kemampuan mengajar. Kemampuan ini memberdayakan guru dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. Keterampilan mengajar adalah tercapainya tujuan mengajar. Definisi mengajar guru sama dengan Armstrong dkk (1992:33), yaitu kemampuan menentukan tujuan kinerja, kemampuan mendiagnosis siswa, kemampuan memilih strategi pengajaran, kemampuan berkomunikasi dengan siswa dan kemampuan untuk mengevalusi efektivitas pengajaran.

Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, tidak hanya transfer informasi dari guru kepada siswa, banyak fungsi dan kegiatan yang harus dilakukan terutama jika ingin hasil belajar yang lebih baik dari siswa. Menurut Ali (1987:12) artinya mengajar adalah: “Segala Upaya sadar untuk memungkinkan siswa belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.” Sedangkan menurut Nasution (1995:4), pengertian mengajar adalah sebagai berikut: (1) mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada anak; (2) mengajar merupakan transmisi kebudayaan kepada anak; (3) mengajar adalah suatu kegiatan yang didalamnya lingkungan diatur atau dikelola dengan sebaik-baiknya dan terjalin kontak dengan anak agar berlangsungnya pembelajaran.

 Berdasarkan pandangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa konsep keterampilan mengajar adalah keterampilan yang berkaitan dengan seluruh aspek keterampilan guru, yang berkaitan erat dengan berbagai tugas guru berupa keterampilan mengajar. Definisi keterampilan guru mendorong dan memotivasi siswa untuk belajar memenuhi tugas guru, yaitu keterampilan mengarahkan , mengembangkan peserta didik untuyk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan secara terpadu.

 Keterampilan mengajar esensial adalah keterampilan atau kemampuan khusus (perilaku mengajar yang lebih spesifik) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, pengawas atau tenaga pengajar agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien, dan professional (As. Gilcman, 1991). Oleh karena itu, keterampilan dasar menagacu pada sejumlah keterampilan atau kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh staf pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Dalam mengajar, ada dua keterampilan utama yang harus dimiliki dosen: yaitu; 1) Menguasai bahan ajar atau materi pembelajaran (apa yang diajarkan). 2) Menguasai metodologi atau cara mengajar (cara mengajar). Keterampilan dasar mengajar termasuk bagian no. 2, yaitu cara mengajar siswa. Guru harus menguasai dan menguasai keterampilan dasar mengajar karena keterampilan dasar mengajar memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mengajar. Mengajar tidak hanya sekedar menyampaikan materi tetapi mencakup aspek yang lebih luas seperti pengembangan sikap, perasaan, karakter, kebiasaan, dan nilai-nilai. Keterampilan mengajar umum atau keterampilan mengajar dasar, yaitu keterampilan yang umum atau wajib dimiliki semua guru, tanpa memandang tingkat kelas dan mata pelajaran.

Mengajar (KMD) adalah keterampilan kompleks, yang pada dasarnya merupakan integrasi lengkap dari sejumlah besar informasi. Di antara sekian banyak keterampilan tersebut, terdapat 8 KMD yang dinilai sangat penting bagi keberhasilan proses belajr mengajar. Setiap keterampilan mengajar mempunyai bagian dan prinsip dasarnya masing-masing. Berikut ini diuraikan kedelapan keterampilan tersebut dan bagaimana pemanfaatannya untuk menciptakan pembelajarn yang kreatif, professional, dan menyenangkan.

A. Macam-macam Keterampilan Dasar Mengajar

Seorang guru profesional telah mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu; keterampilan bertanya, keterampilan memberikan pengutan,keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

1. Ketrampilan Bertanya

Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam suatu proses komunikasi,termasuk dalam komunikasi pembelajaran.Ketrampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban (respon) dari peserta didik.Pada proses pembelajaran pengajuan pertanyaan berlangsung begitu saja pada kegiatan pendahuluan,kegiatan inti dan kegiatan penutup,tanpa disadari sampai dimana tahapan-tahapan ketrampilan bertanya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan pada penerapan model-model pembelajaran yang di rancang.Begitu pentingnya penguasaan keterampilan bertanya pada kegiatan pembelajaran,guru hendaknya memahami tahapan-tahapan proses ketrampilan bertanya sehingga memberi pengaruh pada peserta didik.Sebagaimana disampaikan Wina Sanjaya (2005:157)

2. Ketrampilan Memberikan Penguatan

Keterampilan memberi penguatan merupakan suatu alat pendidikan yang menyenangkan berupa pujian,hadiah atau tanda penghargaan yang bertujuan untuk memperkuat tingkah laku anak didik yang sudah baik ,atau juga sebagai ketrampilan yang memberi penguatan berupa respon positif dari guru kepada anak didik yang telah melakukan suatu perbuatan baik.Pemberian penguatan ini dilakukan oleh guru dengan tujuan agar anak didik lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar dan siswa agar mengulangi lagi perbuatan yang baik.

Penguatan (reinforcement)adalah segala bentuk respon,apakah bersifat verbal ataupun nonverbal,yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa,yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik(feedback) bagi si penerima siswa atau perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan ataupun koreksi.Reinforcement ialah respon positif terhadap suatu tingkah laku tertentu dari siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali.Adapun tujuan dari penguatan dalam pembelajaran dalam pembelajaran antara lain adalah:

1.Meningkatkan perhatian siswa

2.Membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa

3.Memudahkan belajar siswa

4.Menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa

5.Memelihara kelas yang kondusif

 Komponen ketrampilan memberi penguatan

1. Penguatan Verbal

Penguatan verbal biasanya diungkapkan dengan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dsb.

  1. Penguatan Non Verbal

Penguatan non verbal yaitu respon terhadap perilaku belajar siswa yang dilakukan dengan kata-kata. Jenis respon penguatan yang digolongkan kedalam penguatan non verbal antara lain sebagai berikut:

3. Penguatan Gerak Isyarat

Misalnya dengan anggukan/ gelengan kepala, acungan jempol, wajah cerah senyuman dan lain sebagainya.

4. Penguatan Pendekatan

Guru mendekati siswa untuk menyatakan perhatian dan kesenangannya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa.

5. Penguatan dengan sentuhan

Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampilan siswa dengan cara menepuk bahu, berjabat tangan,mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan.

6. Penguatan berupa simbol atau benda

Penguatan ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai simbol berupa benda seperti kartu bergambar, berbintang,plastic,lencana, ataupun komentar tertulis pada buku siswa.

PRINSIP DAN CARA PENGGUNAAN PENGUATAN

Berikut adalah prinsip-prinsip penggunaan penguatan;

  1. Kehangatan dan keantusiasan
  2. Menghindari penggunaan respon yang negative

 Ketrampilan memberi penguatan memiliki cara dalam penggunaannya adalah sebagai berikut:

1.Penguatan kepada pribadi tertentu

  1. Penguatan kepada kelompok
  2. Pemberian penguatan dengan segera
  3. Variasi bentuk penguatan

B. Ketrampilan Mengadakan Variasi

 Menurut agung & wibawa, 2014 salah satu hal yang mempengaruhi efektivitas kegiatan belajar di kelas adalah rasa bosan yang timbul pada diri siswa. Guru dituntut untuk kreatif didalam kelas untuk mengatasi dan mencegah datangnya rasa bosan pada siswa.

Variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Ketrampilan mengadakan variasi ini dapat dipakai untuk penggunaan ketrampilan mengajar yang lain, seperti dalam menggunakan ketrampilan bertanya memberi pertanyaan, menjelaskan dan sebagainya ( said, 2010:70)

Variasi dalam gaya mengajar :

Penggunaan variasi suara. Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah dari cepat menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata kata tertentu. Adanya kesenyapan, atau “selingan diam” yang tiba tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu, merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa. Mengadakan kontak pandang gerak, apabila guru sedang berbicara atau berinteraksi dengan siswanya sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata murid-murid untuk menunjukkan adanya hubungan yang akrab dengan mereka gerakan badan dan mimik.

Variasi dalam ekskresi wajah guru gerakan kepala, dan gerakan badan adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi gunanya untuk menarik dan untuk menyampaikan arti dari pesan yang tulisan yang dimaksudkan pergantian posisi guru di dalam kelas pergantian guru di dalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa. Terutama sekali dalam menyampaikan pelajaran di dalam kelas gerakan hendaknya bebas tidak ikut atau gak ku dan hindari tingkah laku negatif. 

1. Keterampilan Menjelaskan

Menurut Saud (2009:59) adalah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau sesuatu yang belum diketahui.

Keterampilan menjelaskan menurut Rusman (2010:86) adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau sesuatu yang belum diketahui.

Selanjutnya guru dikatakan memiliki keterampilan menjelaskan yang baik apabila selalu menjelaskan apa yang harus dijelaskannya, memanfaatkan dari kesempatan menjelaskan dengan baik,dengan menggunakan cara menjelaskan sesuai apa yang akan dijelaskan.

2. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan ketrampilan dasar mengajar yang harus dikuasai dan dilatihkan bagi calon guru agar dapat mencapai tujuan pembelajaran efektif,efisien,dan menarik.

Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuka dan menutup pelajaran mulai dari awal hingga akhir pelajaran.

Keterampilan mebuka pelajaran adalah kegiatan guru pada awal pembelajaran untuk menciptakan suasana ‘siap mental’ dan menimbulkan perhatian siswa agar terarah pada hal-hal yang akan di pelajari .Beberapa cara yang dapat diusahakan guru dalam membuka pelajaran adalah: Menarik perhatian siswa,memotivasi siswa,memberi acan/struktur pelajaran dengan menunjukan tujuan atau kompetensi dasar dan indicator hasil belajar,rencana kerja dan pembagian waktu,mengaitkan antara topik yang sudah dikuasai dengan topik baru,menanggapi suasana kelas.

Keterampilan menutup pelajaran adalah kegiatan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan mengemukakan Kembali pokok-pokok materi dan hasil belajar yang telah dipelajari.Menutup pelajaran merupakan usaha guru untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari,ingin mengetahui keberhasilan siswa dalam menyerap pelajaran dan menentukan titik pangkal untuk pelajaran berikutnya. Beberapa usaha yang dapat dilakukan seseorang guru untuk menutup pelajaran antara lain:Merangkum atau meringkas inti pokok pelajaran,memberikan dorongan psikologis atau social kepada siswa,memberikan petunjuk untuk pelajaran/topik berikutnya ,mengadakan evaluasi tentang materi pelajaran yang baru selesai dipelajari.

(Referensi:Keterampilan Dasar Mengajar,Dr.H.Nur Ali, M. Pd., dkk)

3. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagi informasi atau pengalaman, mengambil keputusan, memecahkan suatu masalah. Jadi, pengertian keterampilan membimbing kecil ialah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil dengan efektif.

Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu:

  1. memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
  2. memperjelasmasalah dan pendapat atau usulan
  3. menganalisis pandangan atau pendapat siswa
  4. menyebarluaskan kesempatan berpartisipasi
  5. menutup diskusi dengan cara membuat kesimpiuan

Diskusi kelompok kecil sangat bermanfaat bagi siswa untuk:

  1. berbagi informasi untuk memecahkan masalah
  2. memingkatkan pemahaman tentang masalah yang terjadi dalam pembelajaran
  3. memupuk rasa kerja sama dan tanggung jawab masing-masiong siswa
  4. mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi secara logis, rasional, dan sistematis

4. Keterampilan Mengelola Kelas Menurut Bahasa

“Keterampilan” artinya kecakapan untuk menyesuaikan tugas Sedangkan menurut istilah “ Keterampilan” adalah sekumpulan pengetahuan dan kemampuan yang harus dikuasai. Kemudian “mengelola” menurut bahasa artinya mengendalikan menyelenggarakan, mengurus, menjalankan. Menurut istilah “mengelola” adalah penciptaan suatu kondisi yang memungkinkan belajar siswa menjadi optimal. Seorang guru yang berhasil dalam mengajar bukan saja ditentukan oleh hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, seperti perumusan tujuan secara tepat dan jeelas, pemilihan pengajar, penguasaan materi,yang memadai, pemilihan metode mengajar yang tepat, serta lengkapnya sumber belajar. Tetapi ada juga hal hal yang menentukan keberhasilan seorang guru seperti keampuan guru dalam mencegah timbulmya tingkah laku siswa yang mengganggu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar serta keterampilan guru dalam mengelolanya

Keterampilan mengelola kelas merupakan kecakapan atau kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, yaitu mampu mengkoordinir kegiatan belajar mengjar yang optimal bagi soiswa, serta dapat mengkondisikan jika terjadi ganguan saat proses pembelajaran. Kurangnya pengalaman mengajar, menyebabkan kurang tampilnya guru dalam mengelola kelas, sehingga membutuhkan perbaikan pada beberapa aspek yaitu memberi teguran kepada siswa, memberi penguatan dan mengatasi tingkah laku siswa yang menyebabkan masalah.

Jadi keterampilan mengelola kelas adalah merupakan kemampuan atau kecakapan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta guru mampu mengembalikannya bila terjadi masalah debgan gangguan dalam proses belajar mengajar.

Dalam artiannya kegiatan-kegiatan untuk memelihara kondisi belajar kondisi belajar yang optimal dan mempertahankan kondisi belajar apabila terjadi gangguan dan masalah ketika proses belajar mengajar berlangsung. Adapun yang termasuk ke dalam hal ini, seperti yang menyelewengkan perhatian kelas, memberikan ganjaran bagi siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, memberikan ganjaran bagi siswa yang tidak menepati waktu telah disepakati.

5. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil Dan Perseorangan

Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kemampuan guru/ intruktur/ widyaiswara dalam mengembangkan terjadinya hubungn interpersonal yang sehat dan akrab antar guru dengan siswa, maupun anatar siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan Didi suprieadi dan Deni Darmawan bandung pt remaja rosdakarya (2012 :158)

Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kecakapan menanamkan pengetahuan yang dialkukan pada sekelompok siswa dan pada siswa secara individu (muhidin, 2011)

 Secara fisik bentuk pengajarn ini ialah berjumlah terbatas yaitu kisaran 3-8 orang untuk kelompok kecil dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkikan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa (muhidin, 2011)

Peran Guru Dalam Mengajar Kelompok Kecil Dan Perseorangan

  1. Organisator kegiatan belajar mengajar
  2. Sumber informasi bagi siswa
  3. Pendorong bagi siswa untuk belajar
  4. Orang yang mendiagnosa kesulitan siswa serta memberiakn bantuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa
  5. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa
  6. Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti siswa yang lainnya

Syarat-syarat Agar Mengajar Kelompok Kecil Dan Persorangan Agar Dapat Terwujud

  1. Adanya hubungan yang sehat dan akrab antara guru dengan siswa , siswa dengan siswa
  2. Siswa belajar dengan kecepatan, kemampuan, cara dan minat sendiri
  3. Siswa mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhannya
  4. dilibatkan dalam perencanaan belajar
  5. Siswa Guru dapat memainkan barbagai peran

Prinsip- prinsip Mengajar Kelompok Kecil Dan Perorangan

  1. Tidak semua topik dapat disajikan dalam format kelompok kecil dan perorangan
  2. Lakukan pengajaran kelompok kecil dan perorangan secara bertahap
  3. Pengorganisasian siswa, sumber/ materi, ruangan, dan waktu harus dilakukan secara cermat
  4. Guru harus mengenal siswa secara pribadi

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengajar Kelompok Kecil Dan Perorangan

  1. Pembelajaran dilakukan berdasarkan perbedaan individu
  2. Memperhatikan dan melayani kebutuhan siswa
  3. Mengupayakan proses belajar mengajar yang aktif dan efektif
  4. Merangsang tumbuh kembangnya kemampuan optimal siswa
  5. Pergeseran dari pengajaran klasikan ke pengajaran kelompok dan perseorangan
  6. Langkah pengajaran kelompok kecil dan perorangan
  7. Menggunakan berbagai variasi dalam pengorganisasiannya

B. Ketermpilan Dasar Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap guru agar pembelajaran dapat efektif dan bermanfaat. Salah satu keterampilan dasar guru adalah kemampuan membuka dan menutup pembelajaran. Membuka dan menutup pembelajaran bukanlah hal yang mudah dan sulit, namun teradang guru lupa akan pentingnya keterampilan terseut. Karena serig kali guru menganggap yangterpenting hanyalah memberikan materi kepada siswa. Guru terkadang lupa betapa pentignya membangkitkan minatsiswa agar siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dan tertarik dengan materi apa yang disampaikan guru. Hal ini termasuk dalam kelas awal.

Selain itu, guru terkadang lupa menekankan materi penting dalam kegiatan pembelajran dan memeriksa seberapa banyak siswa yang memahami apa yang diajarkan kepada siswanya. Hal ini akan dibahas pada tugas terakhir pelajaran. Jam buka merupakan langkah awal guru dalam kegiatan belajar mengajar. Pembukaan pembelajaran megacu pada upaya atau tindakan yang dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan kondisi agar siswa memusatkan pikiran dan perhatiannnya pada apa yang dipelajarinya. Hal ini berdampak positif terhadap kegitan belajar. Sedangkan mengakhiri pelajaran (end) adalah suatu tindakan yang dilakukan guru untuk mengakhiri suatu pelajaran atau belajar mengajar.

Saat membuka pelajaran, guru harus :

  • Menarik perhatian siswa : beberapa cara yang digunakan guru untukmenarik perhatian siswa antara lain gaya mengajar yang berbeda, penggunaan alat peraga dan pola komunikasi yang berbeda.
  • Membangkitkan motivasi : menunjukkan kehangatan dan semangat, membangkitkan rasa ingin tahu, mengemukakan gagasan kontroversial dan meyikapai minat siswa.
  • Memberi referensi : berusaha memberikan gambaran yang jelas kepada siswa tentang apa yang akan mereka pelajari, bagaimana mengungkapkannya dengan tepat dan ringkas. Antara lain kompetensi inti, dengan pernyataan ukuran hasil belajar.
  • Membuat kaitan : materi pengait sangat penting digunakan ketika seorang guru ingin memulai pembelajaran baru. Mencari batu loncatan dari pengetahuan siswa, antara lainguru membandingkan atau membedakan pengetahuan yang sudah diketahui siswa dan berusaha mejamin kesinambungan antara pelajaran yang lalu dan sekarang.

Sedangkan di akhir pembelajaran, guru harus :

  • Merevisi, merangkum pokok-pokok pembelajaran dan membuat rangkuman.
  • Menilai dengan menggunakan metode penilaian yang berbeda, seperi menunjukkan keterampilan siswa menerapkan ide-ide baru dalam situasi lain, mengungkapkan pendapat siswa sendiri dan mengajukan pertanyaan tertulis dan ide-ide baru dalam situasi lain, pertayaan tertulis.
  • Motivasi psikologis atau sosial.
  • Kounikasi guru dengan siswa saling menghormati dan memberikan dorongan psikologis dan sosial dengan cara memuji hasil yang dicapai, mengingatkan pentinganya materi, menciptakan harapan positif, meningkatkan kepercayaan siswa terhadap potensi diri.

Tujuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran :

  • Membangkitkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang ada di hadapannya.
  • Memungkinkan siswa memahami keterbatasan tugas saat ini.
  • Siswa menemukan pendekatan mana yang digunakan untuk mempelajari bagian-bagian pelajaran.
  • Memungkinkan siswa memahami hubungan antara pengalaman dengan hal-hal baru yang dipelajarinya.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan fakta, keterampilan, konsep yang dibahas pada acara tersebut.
  • Memungkinkan siswa mengetahui prestasi akademiknya.

Disusun oleh:

Bambang Yuli Hantoro, Aura Jannatin Alfafa, Ardita Ainur Rahma, Intan Mai Rahmawati Isnen, Ella Riyanti, Nita Dewi Nurmala, Nareswari Palupi

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO