sieradMU.com Kota – Juru Bicara Satgas Gugus Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19, dr.Cahyono Widodo, M.Kes menyampaikan data terbaru mengenai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Klaten. Hari ini  (24/04/2020), dengan adanya penambahan  2 pasien positif , Sehingga jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini sejumlah 9 orang.

“Hari ini terdapat penambahan 2 pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Klaten. 1 pasien merupakan Cluster Gowa, dan 1 pasien lain dengan usia rentan yang dimungkinkan terpapar Covid-19 melalui cucu yang pulang dari Jakarta. Sehingga secara kumulatif sampai hari ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 11 orang dan 2 orang diantaranya telah sembuh.” kata, dr.Cahyono, Jum’at.

Lebih lanjut dijelaskan,  penambahan 2 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini masing-masing berasal dari Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Klaten Utara. Dari Kecamatan Ngawen, 1 orang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah seorang laki-laki berinisial H berusia 49 tahun.

“Saat ini sedang menjalani perawatan di RSD Bagas Waras dengan kondisi yang baik dan stabil. Kasus ini termasuk kategori import case karena pasien tertular pada saat melakukan perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan pada tanggal 18-23 Maret 2020. Dan saat ini ada 7 orang kontak erat yang sudah dilakukan Rapid Test dengan hasil negatif dan dilanjutkan dengan isolasi mandiri selama 14 hari.”jelasnya.

Cahyono mengungkapkan, bahwa 1 orang yang lain terkonfirmasi positif Covid-19 adalah seorang laki-laki berinisial SHS berusia 72 tahun berasal dari Kecamatan Klaten Utara. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSST Soeradji Tirtonegoro dengan kondisi yang stabil dan baik. Pada kasus ini dimungkinkan pasien terpapar ketika kontak dengan cucunya yang pulang dari Jakarta pada tanggal 24 Maret 2020-11 April 2020. Karena kondisi fisik yang bersangkutan termasuk usia rentan dan mempunyai penyakit penyerta, sehingga mudah untuk tertular.

“Saat ini, Satgas telah melakukan tracing/ pelacakan lebih dalam dan segera melakukan rapid test kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien, baik itu keluarga, kerabat maupun tim medis yang menangani sebelumnya.” ungkap Cahyono.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Putri