sieradMU.com Semarang – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA Jawa Tengah mengadakan webinar spesial Hari Ibu dengan mengangkat tema Pengelolaan Sampah Menggunakan Komposter

Webinar ini berlangsung  melalui aplikasi teleconference zoom meeting ini diikuti 70 peserta dari 23 Pimpinan Derah Aisyiyah di Jawa Tengah.Sebagai narasumber yaitu Muhammad Agus Mustawa yang menjabat sebagai ketua forum komunikasi bank sampah Klaten, fasilitator lingkungan hidup, ketua forum komunitas hijau Klaten, dan ketua KSM Ngudi Rapi.

Wakil ketua LLHPB PWA Jawa Tengah Muamaroh mengungkan Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati hari ibu yang ke-92 sebagai upaya produktif di masa pandemi.

“Webinar ini merupakan program lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang berfokus pada perilaku pengelolaan sampah terutama sampah plastik”,katanya, kemarin (22/12/2020).

Ketua PWA Jawa Tengah Ummul Baroroh mengatakan  jika perempuan harus memahami tentang pengelolaan sampah.  Perlu disadari yang memproduksi sampah terbanyak dan yang berkutat dengan sampah di dapur adalah 90% perempuan. Sebagai konsekuensinya perempuan harus bisa mengelola sampah agar tidak menjadi masalah di lingkungan.

“Perempuan juga harus bisa memisahkan mana yang sampah organik dan sampah anorganik. Sehingga sampah itu tidak merugikan tapi bisa membawa kebermanfaatan tapi bisa memiliki nilai ekonomi,”,katanya.

Sementara itu, Muhammad Agus Mustawa sebagai nara sumber dalam webinar tersebut menjelaskan cara mengelola sampah. Menurutnya pengelolaan sampah harus dimulai dari diri kita, terutama sampah plastik.

“Sampah plastik harus dimaksimalkan pengelolaannya karena plastik merupakan salah satu sampah yang sulit terurai. Pihak Aisyiyah jangan pernah lelah mengingatkan kepada yang lain untuk senantiasa bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing. Selama manusia hidup, sampah tidak akan pernah habis. Sampah akan tumbuh dengan sendirinya. Oleh karena itu harus ada target pengelolaan sampah,”jelasnya.

Agus mengungkapkan jika sampah yang dikelola dengan baik dan secara komunal mampu menambah jumlah oksigen di bumi karena sampah-sampah itu tidak terbakar yang akan menghasilkan asap yang efek jangka panjangnya bisa memicu kanker dan dapat menggesek lapisan ozon sehingga mengakibatkan panas bumi menyengat.

Selain bermanfaat bagi lingkungan, sampah juga dapat bernilai jual dari sisi ekonomis. contohnya, KSM Ngudi Rapi yang ia bina telah memiliki pemasukan per bulan mencapai Rp15.000.000,- dari pengelolaan sampah. Setiap harinya, sebanyak 1,5 ton sampah plastik berhasil diolah secara komunal. Sampah pastik dapat dikreasikan menjadi tas, dompet, dan lain sebagainya”,ungkap Agus.

Wakil Ketua PWA Jateng Koordinator Bidang LLHPB Chusnul Hayati berharap dengan webinar ini  ilmu yang diberikan dapat diamalkan.

“Perempuan harus memiliki kesadara untuk mengelola sampah. Karena perempuan itu termasuk produsen sampah, Saya sudah mencoba sebulan bisa mendapat 40 ribu skala rumah tangga. Sampah memiliki dua keuntungan: secara ekonomis dan perspektif lingkungan hidup. Kita bisa memiliki kontribusi menjaga lingkungan”,pungkasnya. (Nur/Intan PWA Jateng)