Sieradmu.com Klaten – Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadyah (STAIM) Klaten hari ini (10/01/2024) mewisuda 134 lulusan Program Sarjana Pendidikan Agama Islam, gedung Sunan Pandanaran Kompleks RSPD Klaten.

Wisuda kali ini merupakan kali terakhir penyelenggaraan setelah Kementrian Agama memberikan ijin penggabungan STAIM Klaten dengan Universitas Muhammadiyah setempat.

Ketua STAIM Klaten, Muriyanto mengatakan, mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh beban perkuliahan, tugas akhir dan dinyatakan lulus kali ini masih tercatat sebagai mahasiswa STAIM Klaten, selanjutnya bagi mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan dan belum menyelesaikan tugas akhir nantinya akan bergabung menjadi mahasiswa UMKLA.

“Para wisudawan hari ini adalah putra putri terbaik dari seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka ada yang sudah terserap didunia kerja, mayoritas sebagai guru, dengan demikian sejak berdiri hingga sekarang Wisuda ke XV , STAIM Klaten sudah meluluskan sekitar 1.462 lulusan”, katanya, Rabu.

Dr. Muhammad Samsudin, S.Ag., M.Pd mewakili Diktilitbang PP. Muhammadiyah menyampaikan agar lulusan STAI Muhammadiyah Klaten memiliki kompetensi literasi digital sebagaimana kebutuhan zaman.

“Semangat menjadi sarjana adalah menjadikan pendidikan sebagai investasi masa depan. Menjadi sarjana pendidikan berarti siap menjadi kekuatan penggerak Muhammadiyah untuk masyarakat. Bila ada konflik, damaikan. Bila ada tanah tandus, suburkan. Tak kalah penting yang dibutuhkan saat ini adalah menjadi guru digital untuk meluaskan sasaran didik. Pandai berbicara dan menulis di era digital menjadi sangat penting.” jelas Samsudin.

Sekretaris Badan Pelaksana Harian STAIM Klaten, Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPM membenarkan jika saat ini masih tahap proses penggabungan, setelah turunnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1052 tentang Izin Penggabungan STAI Muhammadiyah Klaten menjadi Fakultas Agama Islam UMKLA.

“Mulai semester genap tahun ini mahasiswa STAIM sudah bergabung dengan UMKLA, Fakultas Pendidikan Agama Islam, fakultas ketiga dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (S1) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini”,ucapnya.

Profesor Sukamto menyebut dengan adanya penggabungan ini tentu ada berbagai kemungkinan adanya perubuhan struktur organisasi di UMKLA, hal ini untuk mengakomodir jabatan para pimpinan STAIM, hal ini mengingat potensi , jumlah mahasiswa STAIM lebih besar dibanding dengan Akademi Akuntansi Muhammadiyah yang sudah bergabung sebelumnya.

“Berbagai kemungkinan kita sedang disksikan dengan harapan proses penggabungan berjalan halus, mulus dan bisa menghasilkan kepemimpinan di UMKLA ini semakin kuat, mahaslah personilnya nanti apakah dari STAIM atau UMKLA nanti bisa kita diskusikan secara baik-baik karena hal ini belum diputuskan tentang perubahan kepemimpinan kedepan, karena SK Kemenag juga baru saja turun jadi masih prsoses”,pungkasnya. (Nur)