sieradMU.com Sukoharjo – Di tengah pandemi Covid 19, dalam waktu dekat Pemkab Sukoharjo akan menerima 16 mahasiswa dari Arab Saudi yang tengah liburan selama tiga bulan.

‘’Ini mahasiswa berasal dari Sukoharjo. Karena dinyatakan sudah libur selama tiga bulan, para mahasiswa ini akan pulang ke tanah air dalam waktu dekat,’’ jelas dr Yunia Wahdiyati, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pemkab Sukoharjo, Senin (04/05/2020).

Kedatangan para mahasiswa ini, tentu saja harus mengikuti protap yang telah dilakukan pemerintah Indonesia.

Ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan. Apakah sesampai di Jakarta nanti mereka akan dikarantina terlebih dahulu, atau dikarantina setelah masuk wilayah Sukoharjo, kami belum memperoleh keputusan pasti,’’tambah Yunia.

Yang jelas, Gugus Tugas akan sangat hati-hati dalam menerima kepulangan 16 mahasiswa ini, mengingat wilayah Sukoharjo adalah menduduki kasus tertinggi di Solo Raya dengan banyaknya positip Covid 19 dan urutan ke 2 di Jawa Tengah setelah Semarang.

Dalam waktu dekat, yaitu besok hari Rabu (6/05/2020) Gugus Tugas akan meresmikan Barak Dalmas milik Polres Sukoharjo yang berada di Desa Mandan, Sukoharjo Kota, menjadi Rumah Sehat untuk mengkarantina yang terjangkit Covid atau yang ODP.

Rumah Sehat ini akan menampung 24 bed, yaitu 10 bed menempati lantai bawah dan 14 bed menempati lantai atas dan didampingi beberapa paramedis dan tenaga kesehatan.

Sesuai data dari Gugus Tugas, sampai saat ini jumlah komulatif pasien positip Covid 19 adalah 40 orang. Delapan di antaranya sudah sembuh dan hasil lab swab terakhirnya adalah negatif.   

Yunia menambahkan, ke delapan orang yang sudah sembuh ini, rata-rata berusia 40 – 60 tahun, dengan inisial  H warga Solo Baru Kecamatan Grogol, MI warga Pucangan Kartasura, ME warga Purbayan Baki, IH warga Madegondo Grogol, M warga Purbayan Baki, AD warga Palur Mojolaban, BI warga Telukan Grogol, dan P warga Banaran Grogol.

Sebelumnya, delapan pasien ini menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi Solo, Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, dan salah satu rumah sakit di Salatiga.

“Yang paling banyak di RSUD Dr Moewardi Solo, tapi ada tiga pasien yang isolasi mandiri,” katanya.

Meski secara klinis sudah dinyatakan sembuh, akan tetapi Yunia menghimbau kepada delapan pasien ini agar tetap melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya tidak terjadi reinfeksi.

Selain itu, Yunia juga meminta agar menjaga pola hidup sehat dan tetap memakai masker serta membatasi kunjungan dari orang lain. Karena, jika tidak menaati anjuran, maka kemungkinan besar bisa kembali tertular.

Dengan adanya delapan pasien sembuh ini, maka saat ini masih tersisa 28 kasus, dengan perincian 16 isolasi mandiri dan 12 rawat inap. Sedangkan 4 orang meninggal dunia.

Data lainnya, Orang Dalam Pengawasan (ODP) tercatat 627 orang, dengan rincian 141 isolasi mandiri, 12 rawat inap dan selesai pemantauan 472 serta meninggal dunia 2 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 25 orang, 3 isolasi mandiri, 16 rawat inap dan 6 meninggal dunia. Jumlah pemudik sampai saat ini sebanyak 17 ribu lebih.

Reporter : Kinan – Editor : Dinda