sieradMU.com Ngawen – Pimpinan Cabang Nasiatul Aisyiyah Ngawen kerjasama dengan  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan edukasi kesehatan reproduksi yang diikuti puluhan kader NA setempat di gedung LKSA Aisyiyah Ngawen.

Kegiatan pengabdian kampus tersebut menghadirkan pembicara  Maratun Nisa dan Nur Azizah Indriastuti, Dosen Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang menyampaikan materi tentang  kesehatan organ reproduksi dalam perspektif islam.

“Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan remaja putri tentang KRR dan Pemberdayaan KP-KRR yang memanfaatkan  iptek remaja milenial 4.0.,” kata  Ketua Program Pengabdian Kampus UMY, Yunita Furi Aristyasari, Minggu (9/2/2020).

Diharapkan dengan kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja.  Menurut Furi, ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam didukung dengan pendapat para ulama memiliki seperangkat aturan yang mengandung kemaslahatan bagi umat manusia, khususnya kaum wanita. Hal ini dikarenakan karena kaum wanita adalah kaum yang sangat dimuliakan dan mendapat kedudukan tinggi dalam Islam.

“Ada beberapa hal yang wajib diketahui seorang wanita, selain mengatur adab berpakaian seorang perempuan, islam juga menganjurkan pemeluknya menjaga kesucian jasmani dan rokhani, mengatur pendidikan seks sejak usia dini serta hal hal yang terkait kesehatan reproduksi”,ucapnya.

Dijelaskan, Kesehatan reproduksi adalah keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi
kegiatan reproduksi tersebut.

“Reproduksi perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi dibandingkan laki-laki, seperti kehamilan, melahirkan, aborsi yang tidak aman, dan pemakaian alat kontrasepsi. Hal ini dikarenakan struktur alat reproduksi perempuan lebih rentan secara sosialmaupun fisik terhadap penularan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk penyakit HIV/AIDS”,jelasnya.

Pembicara lainnya, Nur Azizah Indriastuti mengungkapkan, jika menjaga kesehatan reproduksi bagi seorang wanita selain sebagai anjuran untuk menghindarkan diri dari berbagai penyakit yang mematikan, juga bertujuan agar kehidupan seorang wanita menjadi lebih Bahagia dan dapat menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu menjadi optimal.

“Selain karena merupakan anjuran dari sisi medis, menjaga kesehatan reproduksi sendiri merupakan bagian hikmah dan kebaikan yang secara tidak langsung terdapat dalam syariat agama Islam. Diantara beberapa syariat Islam itu adalah perintah untuk bersuci, memperhatikan aturan-aturan berpakaian bagi Muslimah, dan dan menghindarkan diri perzinahan dengan menikah”,ucapnya.

Ketua NA Ngawen, Ofie Anggraini menyambut kerjasama sinergis Nasyiah dengan UMY, edukasi ini sangat bermanfaat bagi kader NA di Cabang Ngawen.

“Ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kader perempuan muda di Ngawen”,pungkasnya. (Nur)