Oleh : Muhammad Darwis – Jurnalis Persyarikatan

Dimedia sosial, hari ini ramai pada memasang status lambang negara Pancasila, memposting soal hari lahir pancasila, sejarah lahirnya pancasila dan sebagainya. Pertanyaannya, bagaimana mengamalkan nilai nilai pancasila dalam semangat gotong royong dalam setiap kepemimpinan anak bangsa?

Sahabat, Pemimpin yang dibutuhkan Bangsa Indonesia adalah pemimpin yang semangat beramar ma’ruf nahi munkar dengan berjiwa Pancasila.

Pemimpin yang baik memiliki misi untuk membawa bangsa dan negaranya menggapai cita-cita bangsa, yaitu membawa penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan.

Yang dimaksud dengan pemimpin berjiwa pancasila, jelas bukan yang hanya hafal teks pancasila doang, tetapi  adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa.

Sahabat, Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila. Berketuhanan, pasti,  karena Pemimpin yang beriman cenderung akan memiliki perilaku yang baik karena ia akan melibatkan Tuhan dalam setiap tindakannya.

Berkemanusiaan, harus Pemimpin yang menjunjung tinggi HAM akan memiliki kesadaran tinggi atas hak dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, yaitu melaksanakan kewajiban untuk memimpin rakyatnya dengan amanah serta bersih dari tindak korupsi karena ia tidak akan mengambil yang bukan menjadi haknya.

Memiliki rasa nasionalisme tinggi , maka pemimpin akan memiliki loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya yang ditujukan melalui sikap mental dan tingkah lakunya dalam berbagai kebijakan yang bertujuan untuk membangun Negaranya menjadi Negara yang makmur dan sejahtera.

Pemimpin berjiwa pancasila pun harus peka mendengar keluh kesah rakyatnya, Pemimpin yang mau mendengarkan keluhan rakyat merupakan pemimpin yang baik, dimana ia dapat mengetahui masalah yang sedang dialami oleh rakyatnya dan kemudian dapat dengan segera mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bukan malah menjadikan penderitaan rakyat sebagai objek untuk memperkaya diri sendiri, golongannya, pendukungnya atau konsitunennya.

Menjadi pemimpin itu haruslah adil, proporsional yang sudah dicontohkan Rosul kita,  yakinlah Pemimpin yang adil akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi rakyatnya. Dengan demikian, diharapkan rakyat Indonesia akan mendapatkan kesejahteraan secara lahiriah dan batiniah.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pasti Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. [al-A’râf/7:96].

Harapannya dengan merefleksi nilai nilai yang terkandung dalam pancasila, melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari, tidak mustahil jika bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.