sieradMU.com Prambanan -Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian Resor Klaten dan Kodim 0723, siang tadi (17/9/2020), melakukan opearsi pekat disejumlah hotel melati disepanjang jalan Yogya-Solo dan komplek Taman Wisata Candi prambanan. Beragam alasan mereka sampaikan kepada petugas saat terpergok didalam kamar.

Dalam operasi gabungan yang diubagi dalam dua tim tersebut, petugas memeriksa sejumlah hotel melati yang disinyalir kerap digunakan untuk tempat prostitusi maupun tempat mesum pasangan tidak saah, petugas menyisir satu per satu kamar hotel.

Disebuah hotel di kawasan Jogonalan, petugas mendapatkan 4 pasangan tidak resmi yang sedang berada didalam kamar. Di simpang 4 Prambanan petugas menangkap 1 pengemis yang sedang mangkal ditempat tersebut.

Setelah mendapati ada penghuninya, petugaspun memaksa mereka keluar kamar dan menunjukkan identitas, jika kedapatan buka merupaakn pasangan resmi, mereka digirng ke kantor Satpol PP Klaten untuk dberikan pembinaan dana sanksi.

Salah satu pasangan yang terjaring ketika ditanya petugas mengaku hanya untuk bersitirahat berada di hotel, mereka juga mengakui jika pasangannya merupakan pacar dans egera akan menikah.

Pelaksana Tugas Satpol PP, Rabiman melalui Kasi Penindakan, Sulamto mengatakan, operasi ini dilaksanakan gunaka menegakkan Perda nomor 12 Tahun 2013 tentang Kebersihan, keindahan dan Kenyamanan (K3), dalam rangka menciptakan suasana kondusif di klaten menjelang pilkada, dalam opearsi ini petugas berhhasil menjaring  puluhan pasangan tidak resmi dan pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT).

“Sepanjang jalan Yogya Solo hingga di prambanan ini kami sudah mengamankan 5 pasangan tidak resmi dan 1 pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) “,katanya.

Kepada mereka yang melanggar, menuurtnya akan dikenakan pembinaan dan saksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Dinda