Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah (MBS) Klaten mewisuda 103 santri dalam rangkaian Haflatul Wada’ Santri Akhir Angkatan ke-VIII di Monumen Juang, Komplek Gor Gelarsena Klaten, Ahad (28/5/2023). Selanjutnya selama satu tahun para santri akan dikirim ke pondok pesantren untuk melakuan pengabdian masuarakat.

Prosesi wisuda diawali dengan pembacaan surat keputusan Direktur MBS Klaten tentang penetapan 103 santri yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan kelulusan. Nampak hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah, Ketua PCM Klaten Utara, Ketua Majelis Dikdasmen, Kementrian Agama Klaten, Komite MBS , wali santri dan lainnya.

“Hari ini kita melepas 103 wisudawan , Selanjutnya selama satu tahun para santri akan dikirim ke pondok pesantren untuk melakuan pengabdian masyarakat, MBS Klaten kedepan terus berkomitmen untuk melahirkan generai penghafal al-quran dimasa yang akan datang”,kata Direktur MBS Klaten, Muhammad Fakhrudin Sasmito, LC.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, melalui Ustad H. Sugiyanto dalam kesempatan tersebut menggembleng para wisudawan seperti apa yang tersirat dalam qur’an surat Al-Muddassir.

“Perkataan “qum” (bangunlah) menunjukkan bahwa seorang rasul harus rajin, ulet, dan tidak mengenal putus asa karena ejekan orang yang tidak senang menerima seruannya”,katanya.

Rasul menuurnya, tidak boleh malas dan berpangku tangan. Semenjak ayat ini turun, Nabi Muhammad tidak pernah berhenti melaksanakan tugas dakwah. Sepanjang hidupnya diisi dengan berbagai macam kegiatan yang berguna bagi kepentingan umat dan penyiaran agama Islam.

Melalui Ayat ini lanjut Sugiyanto Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad mengagungkan Allah dengan bertakbir dan menyerahkan segala urusan kepada kehendak-Nya. Beliau dilarang mencari pertolongan selain kepada-Nya.

“Mengagungkan Allah dengan segenap jiwa dan raga tentu menumbuhkan kepribadian yang tangguh dan tidak mudah goyah. Sebab, manusia yang beriman memandang bahwa tidak ada yang ditakuti selain Allah. Sikap ini perlu dihayati oleh seorang dai (juru dakwah) yang tugasnya sehari-hari mengajak manusia ke jalan Allah”,pungkasnya. (Nur)