Sieradmu.com Klaten – Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idulfitri 1 Syawal pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024. Kemungkinan besar akan terjadi perbedaan awal puasa pada Ramadhan tahun ini.

“Manakala terjadi perbedaan awal puasa, maka kita harus makin dewasa, untuk bisa menghargai perbedaan tersebut”,kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Profesor Haedar Nashir usai menghadiri Festival Al-Qur’an IV Muhammadiyah Boarding School (MBS) di Graha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, kemarin, (3/3/2024).

Muhammadiyah menurutnya, berharap kepada pemerintah dapat mengayomi semuanya, berdiri tegak terkait dengan adanya perbedaan penentuan awal Ramadhan ormas islam yang ada, termasuk dalam penentuan idul fitri. Idul adha sampai nanti terbit kalender nasional global yang menjadi rujukan.

“Harapan kami pemerintah bisa berdiri tegak diatas perbedaan kebijakan dalam penentuan awal Ramadhan jika terjadi perbedaan”,ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Muhammadiyah juga menghimbau untu memaknai puasa ini untuk memperkuat kekayaan rohani yang berdampak bagi upaya pencegahan korupsi, penyimpangan, demoralisasi yang masih ada di tubuh bangsa kita.

“Puasa tidak hanya ritual agama saja, namun juga melahirkan berbagai sikap mulia yang berpengaruh pada kehidupan bangsa kita”,jelasnya.

Haedar Nashir mengungkapkan, puasa kali ini masih pada masa tahapan pesta demokrasi dimana KPU nanti aan mengumumkan hasil pemilu serentak 2024. Untuk itu Muhammadiyah berpesan semua harus bersatu kembali. Tidak ada lagi friksi politik apalagi perpecahan.

“Manakala ada sengketa-sengketa sudah diurus mereka yang berkntestasi dalam pemilu, sesui dengan aturan yang ada sehingga kita ini berada pada koridor demkrasi yang tersistem”,ungkap Haedar Nashir. (Nur)