sieradMU.com Delanggu – RSU PKU Muhammadiyah Delanggu ditunjuk oleh Bupati sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid 19. Meskipun demikian, PKU Delanggu tetap memberikan pelayanan seperti biasa kepada pasien umum (non covid) yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Saat ini masih banyak dijumpai masyarakat yang memiliki keluhan kesehatann namun masih takut untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dikarenakan khawatir kalau memeriksakan kesehatannya di rumah sakit akan tertular covid 19.

Bahkan banyak masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, diabetes dan lainnya yang juga khawatir untuk kontrol ke rumah sakit. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan maupun keluhan penyakit kronis sebaiknya tetap memeriksakan kesehatan atau melakukan kontrol kesehatan ke rumah sakit. Sebab, jika tidak dilakukan, bisa jadi penyakit yang sudah lebih dulu ada menjadi tidak terkendali dan dapat membahayakan atau bahkan bisa berakibat fatal.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yg lebih membahayakan tersebut, PKU Delanggu tetap memberikan pelayanan kepada pasien umum (non covid) yang membutuhkan pelayanan kesehatan. PKU Delanggu dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai protokol kesehatan supaya pasien umum aman dan nyaman.

Dr. Muhamad Ma’mun Sukri, MPH, selaku Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Delanggu mengatakan  yang dilakukan PKU Delanggu untuk memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan pasien yang berobat yaitu dengan Pembatasan Penunggu dan Meniadakan Pembesuk Pasien Rawat Inap,  Pembatasan penunggu pasien rawat inap dilakukan untuk penerapan physical distancing dan mencegah terjadinya kerumunan di bangsal rawat inap. Peniadaan pembesuk juga membuat pasien beristirahat maksimal dan bisa fokus dalam penyembuhan sakitnya.

“Jalur yang digunakan untuk pasien umum (non covid) pun berbeda dan terpisah dengan jalur pasien Covid 19.Tim medis dilengkapi dengan APD yang lengkap sesuai zona. Peralatan medis yang digunakan juga pasien covid 19 tersendiri, berbeda dengan peralatan untuk menangani pasien umum”,kata Direktur Utama.

Sedangkan untuk Petugas yang ditugaskan untuk melayani pasien Covid 19, menurutnya juga merupakan petugas khusus, berbeda dengan petugas yang menangani pasien umum (non covid).BAngsalnyapun juga terpisah.

“Bangsal yang digunakan merawat pasien covid 19 letaknya terpisah dari bangsal tempat merawat pasien umum. PKU Delanggu telah memberikan kemudahan fasilitas untuk pendaftaran melalui aplikasi Whatsapp, sehingga pasien bisa meminimalisir waktu untuk menunggu pendaftaran di rumah sakit”,ucapnya.

Ma’mun Sukri mejelaskan,  PKU Delanggu telah menerapkan area wajib menggunakan masker di lingkungan rumah sakit sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menggunakan masker di ruang publik, termasuk rumah sakit. Hal tersebut berguna untuk mencegah terkena percikan cairan saat berbicara, bersin atau batuk. PKU Delanggu juga memberikan fasilitas untuk mencuci tangan sebelum masuk ke rumah sakit dan menyediakan handsanitizer di beberapa ruang. Hal tersebut berguna untuk mencegah penularan melalui tangan yang sering digunakan untuk menyentuh beberapa fasilitas atau sarana publik.

“PKU Delanggu memberikan screening sebelum pengunjung masuk area rumah sakit dengan mengecek suhu tubuh menggunakan termo gun. Bila menunjukkan suhu tinggi dan menunjukkan gejala covid 19 dan punya riwayat yang berkaitan dengan covid 19, pasien langsung diminta mengikuti tes”, jelas Ma’mun Sukri.

Lebih lanjut diyatakan, Kontak fisik merupakan salah satu media penyebaran virus covid 19, sehingga PKU Delanggu menerapkan Physical Distancing untuk memberikan jarak aman kepada pengunjung di area tunggu rumah sakit. Salah satu upaya PKU Delanggu juga menerapkan penyemprotan desinfektan berkala untuk menghilangkan atau membunuh segala hal terkait mikroorganisme (baik virus atau bakteri) pada obyek permukaan benda mati.

“Penerapan protokol kesehatan secara ketat yang dilakukan PKU Delanggu untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien, sebab keamanan dan kenyamanan pasiean adalah prioritas bagi PKU Delanggu”,pungksnya.

Reporter : Fat/* Editor : Nur Muhammad