sieradmu.com Klaten – Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten tahun ini genap berusia 39 tahun. Pelayanan kesehatan terus ditingkatkan dengan menambah sejumlah pelayanan baru.

Puncak perayaan HUT ke-39 RSCH Klaten diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti jajaran Direksi, PT Cakra Husada, perwakilan 5 klinik yang telah dirintis, karyawan dan lainnya.

“Sebagai rumah sakit tipe C terus berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selama 39 tahun melayani warga masyarakat dengan penuh pengabdian,”kata Direktur Utama RSCH Klaten,dr. Netty Herawati, Minggu pagi (26/2/2023).

Dalam dua tahun terakhir, manajemen Rumah Sakit Cakra Husada Klaten meningkatkan pelayanan dengan menerapkan metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). ESWL atau  Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy adalah metode non-operatif yang digunakan untuk mengatasi penyakit batu ginjal.

“Tindakan ini digunakan memakai sebuah mesin berteknologi tinggi yang dapat memecahkan batu pada saluran kemih dengan mengkonsentrasikan gelombang kejut (shock wave) pada lokasi batu dari luar tubuh”,jelasnya.

Selain penerapan ESWL, menurut Dirut, Rumah Sakit Cakra Husada Klaten untuk ke depan juga akan mengoptimalkan penanganan penyakit mata karena di RSCH saat ini memiliki lima orang dokter spesialis mata. Dan pelayanan pengobatan penyakit mata ini akan menjadi pelayanan unggulan dari Rumah Sakit Cakra.

Adapun kuantitas layanan kepada pasien, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawa inap, setiap hari rumah sakit ini melayani pasien sebanyak rata rata 500 pasien setiap hari. Bahkan di bulan Januari yang lalu jumlah pasien yang dilayani setiap hari mencapai 800 orang pasien.

Terkait upaya rumah sakit Cakra Husada Klaten semakin mendekatkan diri dengan warga masyarakat yaitu dengan membuka sejumlah enam klinik pengobatan di enam wilayah kecamatan yaitu Klinik Pengobatan Cakra Husada di desa Pandean kecamatan Jatinom, Klinik Pengobatan Cakra Husada di desa Melikan kecamatan Wedi, Klinik Pengobatan Cakra Husada di desa Prawatan kecamatan Jogonalan, Klinik Pengobatan Cakra Husada di desa Keputran kecamatan Kemalang, Klinik Pengobatan Cakra Husada di desa Munggung kecamatan Karangdowo dan Klinik Pengobatan Cakra Husada di kecamatan Pedan.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang melayani penanganan kesehatan warga dan apabila perlu penanganan lebih lanjut langsung dirujuk ke Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH).

” Bagi pasien dari Klinik Pengobatan Cakra Husada yang memerlukan penanganan lebih lanjut di RSCH, maka pihak RSCH akan menyediakan ambulans penjemputan secara gratis kepada pasien,” ungkap Netty Herawati. (Nur)