sieradMU.com Jogonalan – Kesadaran warga mampu di Klaten mengembalikan bantuan sosial tunai (BST) semakin meningkat. Di Kecamatan Jogonalan  ternyata  di Desa Kraguman yang terdiri dari kepala desa (Kades) dan perangkat desa memilih untuk tidak mengambil BST yang disalurkan melalui Kantor Pos tersebut.

Camat Jogonalan, Sutopo mengatakan di Desa Kraguman sendiri terdapat 28 penerima BST yang latar belakangnya PNS, kades dan perangkat desa. Termasuk mereka yang pensiunan dan merasa mampu memilih tak mengambil, jsecara keseluruhan penerima BST di Desa Kraguman  ada 148 KK. Dari jumlah itu ada 28 KK yang tidak mengambil karena 17 KK sudah meninggal dunia dan tidak ada ahli warisnya.

“Untuk 6 KK merupakan kades dan perangkat desa yang memilih tidak mengambil. Ada pula 3 KK yang merupakan PNS dan pensiunan serta 2 KK dari warga yang merasa mampu juga tidak mengambil dari himbauan pemerintah mereka yang PNS, TNI dan Polri kan tidak berhak untuk menerima BST. Tetapi kami sudah mengambil langkah-langkah dan sudah dimusyawarahkan oleh pemerintah desa,” katanya,  Senin (18/5/2020).

Camat jogonalan lebih lanjut  menjelaskan, dalam waktu yang bersamaan pula juga diusulkan untuk pengganti penerimanya sesuai ketentuan berlaku. Hal itu  sudah dilakukan sebelum undangan pengambilan BST sampai di desa. Dia memastikan para penerima yang tidak mengambil BST dan memilih untuk dialihkan kepada warga yang tidak mampu dilakukan secara sukarela tanpa ada paksaan.

“Untuk saat ini data penerima BST yang tidak mengambil dengan berbagai latar belakang sedang kami kumpulkan. Kemungkinan besok Selasa (hari ini) laporan dari seluruh Sekdes di Kecamatan Jogonalan sudah ada semua. Untuk penerima BST se-Kecamatan Jogonalan sendiri terdapat 1962 KK,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani saat menyerahkan bantuan paket sembako dari pemkab kepada warga terdampak korona juga mengapresiasi warganya yang penuh sadar mengalihkan kepada warga yang berhak karena mampu dengan difasilitasi pemerintah desa.

“Terakhir yang saya terima penerima BST di Klaten terdapat sekitar 83 ribu. Ada pun penerima BST yang ditransfer melalui rekening 11.894 KK. Memang ada kekeliruan 339 KK, tapi saya dengan Dinsos sudah mengambil langkah tentunya mencoret dan sudah kami laporkan pemerintah pusat agar di tahap selanjutnya tidak menerima bantuan lagi,” jelasnya.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Putri