sieradMU.com Sukoharjo – Memanfaat situasi keamanan yang dikabarkan terjadi tindak kriminal di tengah pandemi  Covid 19, ada Pasutri yang tega melakukan perkayasaan menjadi korban pencurian. Kabar tersebut sontak viral di medsos, sehingga ada pesan berantai untuk berhati-hati. Begini bunyinya, hati-hati Lur, malinge saiki sobone ora gor bengi tok, esuk yo beraksi lagi ae Dukuh Nglawu, Telukan kebobolan 80 juta leptop dan hp raib.  

Awalnya, Polsek Grogol menerima aduan masyarakat melalui sambungan telephone pada hari Selasa 28 April 2020, bahwa telah terjadi pencurian di Dukuh Nglawu, Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo.

Aparat lalu menuju ke tkp dan menghubungi Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho. Bersama-sama Tim Resmob, unit Pidum dan Tim Inafis bergerak untuk melakukan olah tkp.

Namun dari hasil olah tkp dan keterangan para saksi, pengecekan data bank, dan interogasi pelapor (pasutri) mengarah kepada kesimpulan bahwa tidak ada tindak pencurian.

Ternyata dari pengakuan pelapor, keduanya telah merekayasa. Sang istri yang bernama AE (34 tahun) yang awalnya mempunyai ide tersebut dan disetujui suaminya, S (47 tahun). Keduanya berbagi peran. Sang suami yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tersebut, mengobrak-abrik isi lemarinya. Sementara sang istri member kode.

Awalnya, pelapor mengaku mengambil uang 80 juta rupiah dari bank BRI. Uang tersebut adalah kas warga kampung yang menabung selama hampir satu tahun dan harus dibagi sebelum lebaran ini. Namun dari hasil penelusuran, tidak ada transaksi pengambilan uang dari bank.     

“Pasutri ini merancang skenario seolah – olah uangnya dicuri. Laporan palsu dibuat karena terinspirasi maraknya berita tentang pencurian akhir- akhir ini,” jelas Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas kepada wartawan, di Mapolres Sukoharjo, Rabu (29/04/2020).

Karena keterangan palsunya terbongkar, kini pasutri tersebut berbalik jadi tersangka. Keduanya ditahan di Polsek Grogol untuk pendalaman lebih lanjut. Keduanya dijerat pasal 220 KUH Pidana tentang pemberian keterangan palsu dengan ancaman  penjara maksimal 1,4 tahun.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuat laporan palsu hanya untuk menghilangkan tanggung jawab atas masalah yang dihadapi karena akan merugikan diri sendiri,” pungkas Kapolres.

Reporter : Kinan – Editor : Putri