sieradMU.com Prambanan – Kepolisian Resor Klaten terus melakuakan upaya penyekatan terhadap pengguna jalan yang nekat melakukan mudik setelah pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk lebaran tahun ini. Ksatlantas Polres setempat menyatakan, untuk razia operasi ketupat candi tahap awal ini belum dilakuakn penindakan.

Informasi yang dihimpun sieradMU.com, sejak dilaksanakan penyekatan diperbatasan pintu amsuk  Klaten setiap harinya ada puluhan kendaraan plat luar yang diarahkan untuk putar balik, hal ini menindaklanjuti keputusan Presiden yang melakukan pelarangan mudik sebagai upaya memutus mata rantai perkembangan virus corona (Covid-19).

“Hari ini razia kita lakukan di pintu masuk Klaten seperti di Delanggu dan Prambanan, kendaraan utamanya plat luar kota seperti plat D, B, G, H dan lainnya jika kedapatan mereka pemudik maka langsung kita arahkan untuk kembali pulang atau putar balik”,kata Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasatlantas, AKP Boby Anugerah Rachman, Senin (27/4/2020)siang.

Lebih lanjut dijelaskan, Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi tahun ini Satlantas Polres klaten tetap berpedoman pada Permenhub Nomer 25 Tahun 2020 tentang Pembatasan Transportasi Selama Mudik Idul Fitri ini.

“Eskalasinya pada 24 April-7 Mei itu bersifat imbauan tanpa dilakukan tindakan. Sedangkan pada 8-31 Mei diberikan sanksi maupun tilang,” jelas Kasatlantas Polres Klaten.

Bobby menambahkan, selama operasi ini berlangsung setiap harinya petugas mengarahkan puluhan kendaraan luar kota untuk putar balik, sementara untuk pelaksanaan hari ini baru ada sekitar 10 kendaraan yang kita arahkan putar balik.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Putri