sieradmu.con Klaten – Anggota DPRD Jawa Tengah, Daerah Pemilihan VII, Sri Marnyuni menggelar kegiatan reses di gedung dakwah Pimpinan Daerah Aisyiyah Klaten. Jemput aspirasi yang diikuti limapuluhan kader ortom persyarikatan. Dalam kesempatan tersebut disosialisasikan pentingnya mengetahui UU yang megatur kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak.

Sri Marnyuni Anggota DPRD Fraksi PAN ini mengatakan, reses merupakan kegiatan diluar sidang untuk bertemu dengan konstituen, pada pelaksanaan reses tahap pertama tahun 2022/2023 ini, materi yang disampaikan produk hukum mengenai UU yang mengatur kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak.

“Produk hukum ini sepertinya perlu kami sosialisasikan kepada konstituen dalam hal ini para kader Aisyiyah agar dapat disosialisasikan kepada peserta didik dilingkungan AUMnya jamaah Aisyiyah lebih luas”,katanya, Jum’at (7/10/2022).

Sekarang ini menurtnya kita harus dapat menjaga hubungan baik antara suami istri dan keluarga, jangan sampai terjadi kekerasan terhadap suami, istri atau anak karena bisa dipidanakan.

“Dengan adanya UU tersebut sekarang pihak yang berwajib harus memproses laporan jika ada kekerasan dalam rumah tangga”,ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi B DPRD Jateng ini juga menanggapi tentang dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami pedangdut Lesty Kejora.

“Sudah banyak yang mendampingi Lesty terkait kasus dugaan KDRT yang dilakukan suaminya”,ucap Marnyuni.

Seperti diketahui Pedangdut Lesty D’Academy melaporkan kasus KDRT yang dilakukan oleh suaminya Rizky Billar pada 28  September 2022, bersama tim kuasa hukumnya, Sandy Arifin.

Dalam laporannyaLesti Kejora disebut dicekik sampai dibanting di kamar mandi saat Rizky Billar sedang emosi. Bahkan Lesti sampai diseret-seret dan kini harus dirawat di rumah sakit. Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa dua orang saksi atas laporan dugaan KDRT yang dilakukan Rizky Billar terhadap Lesti Kejora tersebut dan proses persidangan segera akan dimulai. (Nur)