sieradmu.com Klaten Utara – Sebanyak 134 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) dilepas Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Klaten, Rabu (9/3/2022). Selain harus menjaga protokol kesehatan dilokasi KKN, keberadaan para mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu membangkitkan semangat dakwah yang menggembirakan usai pandemi covid-19.

Informasi yang dihimpun sieradmu.com dari 134 mahasiswa peserta KKN tahun ini akan ditempatkan di dua kecamatan atau cabang Muhammadiyah yakni Wonosari dan Manisrenggo. Di Manisrenggo ada 7 ranting yang ditempati dan di Wonosari ada 6 ranting. Setelah dilepas pihak kampus selanjutnya mereka akan diserahkan ke pimpinan cabang masing masing.

“Sebelum mereka kami lepas untuk melaksanakan tugas pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari perwujudan tri dharma perguruan tinggi, terlebih dahulu para mahasiswa peserta KKN kita bekali dengan berbagai hal”,kata Ketua STAIM Klaten, Muriyanto usai acara pelepasan.

Lebih lanjut dijelaskan, pada pelaksanaan KKN tahun ini tema yang ditekankan adalah “Menggembirakan Ghiroh Dakwah Jamaah, Pasca Pandemi”, harapannya dengan kehadiran para peserta KKN ini nanti bisa menjadi virus penyemangat dakwah jamaah yang menggembirakan di lokasi KKN.

“Dampak pandemi yang kita rasakan semangat dakwah dimasa pandemi kurang menggembirakan karena banyaknya aturan terkait penanggulangan dan pencegahaan Covid-19, saat pandemi mulai berangsur melandai perlu disemangati kembali”,jelasnya.

Selama pelaksanaan KKN di tengah masyarakat para peserta KKN juga diwajibkan menjalankan protokol kesehatan, dengan demikian kegiatan  para mahasiswa tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Sementara itu Rio Sugiyana Putra salah satu mahasiswa peserta KKN mengaku senang dengan tugas pengabdian masyarakat yang diberikan dalam pelaksanaan KKN.  Sesuai dengan tema yang ditekankan pihak kampus dirinya sudah menyiapkan berbagai rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan selama KKN di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.

“Semoga kehadiran kami menjadi spirit masyarakat untuk menggairahkan kembali dakwah jamaah setelah melewati masa pandemi ini”,ujarnya. (Nur)