sieradMU.com Pedan – Sebuah rumah kos yang ada di perkampungan padat penduduk di Dukuh Poloharjo RT 01/RW 11, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Klaten digerebek polisi pada Rabu (19/08/2020) malam. Kejadian ini sempat menggemparkan warga sekitar dan menduga ada penangkapan terduga teroris.

Informasi yang dihimpun sieradMU.com, sebelumnya aparat telah mengintai lokasi rumah kos tersebut sejak beberapa hari sebelumnya. sejak pukul 21.00 WIB, warga mulai gempar dengan adanya aparat di rumah kost tersebut.

Dewi (45) salah satu penghuni rumah kost mengaku terkejut dengan banyaknya orang diluar. Kemudian beberapa penghuni kos di kamar sebelah dibawa keluar.

“Saya tidak tahu pasti masalah apa, banyak warga sebelumnya mengira ada penangkapan terduga teroris “,kata Dewi.

Menurut Mei salah satu warga yang dekat dengan rumah kost juga mengaku terkejut, hal ini karena banyak kendaraan terparkir di sekitar rumah kos dan di antaranya merupakan kendaraan polisi.

“Kabarnya ada tiga penghuni kos dibawa Polisi dalam penggerebekan itu. Ia tak mengetahui secara pasti nama-nama penghuni kos yang dibawa tersebut.Mereka baru kos di sini sekitar dua hari ini”,ucapnya.

Mei mengaku pernah bertemu dengan salah satu penghuni kost saat beli makanan di warung katanya mahasiswa yang sedang KKN.

Sedangkan Ketua RT 01/RW 11, Setiyo, membenarkan adanya penangkapan penghuni kos di wilayahnya oleh polisi. Namun ia tak mengetahui persis kronologi dan penyebab penangkapan tersebut.

“Sempat dapat kabar tadi malam ada penangkapan di rumah kos itu. Tapi saya tidak tahu penangkapan soal apa. karena kebetulan saya tidak berada di lokasi,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Adriyansyah Rithas Hasibuan, mengaku tak mengetahui adanya penangkapan di rumah kos di Dukuh Poloharjo, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan.

Sementara itu informasi yang berkembang, para penghuni rumah kos yang ditangkap polisi tersebut diduga kuat berkaitan dengan kelompok intoleran yang melakukan aksi kekerasan di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

Reporter : Nur Muhammad – Editor Dinda