sieradmu.com klaten – Sebanyak 800 calon jamaah haji yang bergabung dengan kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) Arafah Muhammadiyah Klaten mengikuti simulasi manasik haji, Ahad (7/5/2023). Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten berharap, para jamaah mempersiapkan diri utamanya kondisi kesehatan mengingat pelaksanaan ibadah haji memebutuhkan fisik yang kuat.

Delapan ratus jamaah haji yang mengikuti simulasi manasik diberangkatkan dari halaman SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara, dengan menggunakan 18 bus para jamaah menjalani simulasi manasik mulai dari pelaksanaan miqod, thowah ifadoh, sa’i, tarwiyah, wukuh, mabid, lempar jamarot hingga pelaksanaan towaf wada’. Pelepasan peserta manasik dihadiri ketua pimpinan daerah muhamamdiyah Klaten, Kasi penyelenggaraan haji dan umrah Kementrian agama, para petusas kesehatan, dokter kesehatan TPIHI dan lainnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, Muchtar Anshori dalam sambutannya meminta para jamaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 H ini mempersiapkan diri baik fisik maupun bekal yang telah didapatkan selama mengikuti bimbingan dari KBIHU Arafah.

“Kesehatan itu sangat penting karena ibadah haji memerlukan kondisi kesehatan yang baik jangan sampai kita harus tertunda keberangkatan karena kondisi kesehtan yang menurun”,katanya.

Tidak hanya itu para jamaah juga harus mematuhi ketentuan, aturan dalam berhaji, mengkuti petunjuk ketua rombongan masing-masing dan selalu menjaga kebersamaan dalam rombongannya selam di tanah suci.

“Larangan saat berihram harus diperhatikan, bekal selama manasik dari KBIHU Arafah harus dilaksanakan saat menjalankan rukun wajib dan sunah haji di tanah suci”,ucapnya.

Kepala kantor Kmenetrian Agama Klaten melalui Kasi penyelenggaraan haji dan Umrah, faizatul Umma juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah melalui KBIHU arafah yang ikut membantu pemerintah dalam memandirikan para jamaah.

“Saat ini para jamaah sudah resmi menjadi jamaah haji tahun 2023 gunakan kesempatan yang sangat dirindukan ini, masih banyak saudara kita yang harus menunggu beberapa tahun baru bisa diberangkatkan”,ujarnya.

Sekretaris KBIHU Arafah Muhammadiyah Klaten, Budi Santoso menjelaskan, simulasi manasik haji dan umrah ini dilaksanakan sebagai aplikasi setelah para jamaah menerima materi manasik. Simulasi ini akan mempraktekkan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan aslinya besok di tanah suci.

“Kebetulan jamaah haji dari Klaten ini diberangkatkan masuk gelombang dua pemberangkatan jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Adi Soemarmo, Solo, jateng”,pungkasnya. (Nur)