Ditulis Oleh : Dwiky Bagas Setyawan (AKTIFIS AMM WEDI KLATEN)

Dahulu kala ada sebuah cerita fiktif dimana ada seorang raja bernama Zulkarnain dia mempunyai 3 prajurit, beliau memerintahkan para prajurit nya untuk melakukan sebuah misike sebuah tempat dengan melewati sebuah sungai, ketiga prajurit nya di perintahkan Zulkarnain “Wahai prajuritku pergilah kesebuah tempat ini, jika kalian melewati sebuah
sungai ambilah sesuatu disana sebanyak-banyak nya” tiga prajurit Zulkarnain pun bergegasmengiyakan perintah beliau.

Sampailah untuk prajurit yang pertama melewati sebuah sungai beliau menghiraukan apayang di perintahkan Raja Zulkarnain prajurit yang pertama berkata : “Apalah cuman batu disungai diambil, mengganggu saja dalam perjalanan memberatkan juga”.Prajurit yang kedua melewati sungai beliau teringat perintah Raja Zulkarnain namun hanya
mengambil sedikit saja dia berkata :”Untuk membebaskan perintah Raja Zulkarnain kitaambil seadanya atau secukupnya saja”.

Prajurit yang ketiga melewati sungai beliau mengambil sebanyak-banyak nya beliau teringat perintah Raja Zulkarnain karena ini perintah maka mengambil semaksimal mungkin sesuaiyang Raja perintahkan. Sampailah ketiga prajurit tersebut di suatu tempat yang di perintahkan Raja Zulkarnain, kemudian Raja Zulkarnain mengecek satu persatu apa yang di perintahkan tersebut tiba-tibabatu yang di ambil di sungai tersebut berubah menjadi intan emas berlian. Sontak ketiga prajurit kaget.

Prajurit pertama merasa rugi karena menghiraukan perintah raja. Kemudian prajurit keduamerasa kecewa kenapa saya gak ambil sebanyak mungkin. Prajurit ketiga merasa bersyukur sekali karena mentaati perintah Raja Zulkarnain.
Dari sini jika kita integrasikan dengan Ramadhan maka tiga prajurit tersebut mencerminkan sebagai manusia ada yang sekedar hanya melewati saja seperti prajurit yang pertama merasa dirinya rugi sebagaimana Rasulullah Bersabda:

ْن َو َر ِغ ُف َمَد ْي ِه َخلَ َر ُج ٍل َأَّم َعل َر َم َضا ُن َث َخ ُبلَ اْن َسلَق ْن ََأ َر َأُه ُيْغفَلَ

“Celaka Orang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan kemudian keluar dari bulan tersebut namun dosa dosanya tidak diampuni oleh Allah.” (HR Tirmidzi)

Maka demikian sejatinya Ramadhan sebagai ajang obral pahal harus lebih inisiatif dalam menyambutnya atau justru seperti prajurit yang kedua yang hanya mengambil momentum Ramadhan sekelumit saja hanya mendapatkan sedikit dari padanya namun kecewa pada akhirnya, merasa kurang puas dan menyesal Atau justru sebaliknya seperti seperti prajurit yang ketiga yang merasa bersyukur dan percaya sabda Rasulullah SAW sehingga mereka mendapatkan apa yang di perintahkan sebagaimana sabda nya dari Abu Hurairah Ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

ي َماًن َصا َر َم َضا َن ا َم َم ْنُه ُغ ِإ َوا ْحِت َساًبا فِ َر ِإَّدَم ل َما َِم ْن ِه َتقَذَ ْنب

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim No. 860).

َّنِإِإ ُِكلِّ هّلِل فِى هّلِلَيْوم ا َء ٍِعْتق ِم َن َالَّنار فِى َِر َم َضا َن َّن َش ْهرِلِ ُكلِّ ,َوِإٍَد ْعَو َيْد ُعْو َها ًة ُم ْسلِمَي ْسَت ِج ب ْي ُب ِل ُه َف َ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR.Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Maka demikian bapak/ibu” jama’ah sholat tarawih soho sholat witir rahimakumullahsebaiknya kita memuhasabah diri kembali kita termasuk di golongan yang mana sebaiknya momentum Ramadhan ini sebagai ajang penumbuhan spritual maupun rohani sepatah penutup kultum ini satu ayat firman Allah SWT Surat Al An’am ayat 162.

َّنَو َو َم ْحَيا َى َو َم َماِتى ِ ُن َص ُسِكى اَل ِإ ِتى ِإلَ هَّلِل َر ِّب ِمي َن هَّلِلَعٰٱلْ

Artinya : “Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untukAllah, Tuhan semesta alam.”
Maka untuk mencapai tujuan sebagaimana prajurit ketiga tersebut sebaiknya kita mereview kembali ayat tersebut dan bertanya kepada hati kita apakah sudah ? Sekian, semoga kita semua dimasukan Allah SWT dalam surganya dan termasuk orang” yang bertakwa dan di terima amal Ibadah nya Aamiin.