Ceper – sieradMU.com –  Ketaatan Pemudik asal Dusun Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Abdullah Almabrur (42) perlu dicontoh. Dirinya rela tidak melepas rindu terlebih dahulu dengan istri dan keempat anaknya, dengan melakukan isolasi mandiri di bantaran sungai, ditegah pandemi korona.

“Saya merantau ke Pekanbaru, Provinsi Riau dengan menjalani pekerjaannya sebagi tabib, mendengar kabar penerbangan lokal akan ditutup kemudian saya  mudik dan tiba pada 15 April lalu dengan menjalani isolasi mandiri di bantaran sungai yang melintasi Desa Mlese, selama 14 hari”, kata Almabrur, sapaan akrab pria tersebut.

Diakui rencana awal mudik  tidak memberitahukan sama sekali kepada istri dan keempat anak saya. Hanya kepada adik saya untuk menyiapkan tenda dan keperluannya lainnya untuk isolasi mandiri. Sesampai di Ceper dirinyapun langsung menyempatkan diri ke pelayanan kesehatan di Ceper.

“Ini untuk memastikan jika tidak ada gelaja terjangkit virus korona. Usai mendapat keterangan sehat dari puskesmas langsung menuju ke bantara sungai untuk melakukan isolasi mandiri. Sayapun juga sudah lapor RT dengan menunjukkan surat keterangan sehat dari hasil pemeriksaan, tanpa bertemu istri dan anak, langsung ke bantaran sungai”.jelasnya.

Almabrur menceritakan lokasi isolasi memang tidak jauh dari pemukiman, Untuk penerangan di malam hari ada satu lampu, sumber listriknya dari tetangga. Sedangkan untuk makan sehari-hari diantarkan oleh adik saya dan beberapa warga yang empati mengirim makanan.

“Semua ini saya lakukan agar warga di sekitar kediaman saya tetap tenang. Mengingat saya pulang dari perantauan. Saya ingin mematuhi aturan terkait isolasi mandiri ini,” ujarnya.

Sedangkan Susanti (37), sang istri mengaku berat dengan keputusan suaminya yang memilih isolasi mandiri di bantaran sungai tersebut. Tapi karena sedang melakukan isolasi mandiri sehingga tetap menerapkan protokol yang ada.

“Kami harus jaga jarak terlebih dahulu, setiap harinya dirinya juga menyiapkan makanan berupa sayur dan aneka lauk pauk. Termasuk camilan yang bisa disantap selama melaksanakan isolasi mandiri untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga diharapkan tidak mudah terjangkit virus korona,”ucap Santi.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Dinda