sieradmu.com Klaten РAparat  Polres Klaten berhasil menangkap seorang tersangka yang merupakan spesialis pencuri gabah milik petani. Atas perbuatannya itu, tersangka diancam pidana selama lamanya 7 tahun penjara.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian yang dilakukan Bambang warga Desa Canan, Kecamatan Wedi Klaten ini sempat viral di media sosial. Pencurian 12 karung gabah terjadi  di teras depan rumah Partinem, warga Desa Kalikebo  pada Selasa (19/4/2022) dini hari.

Saat melancarkan aksinya dari rekaman CCTV diketahui pelaku membawa mobil Honda Mobilio warna hitam yang ternyata mobil rental.

Wakapolres Klaten, Kompol Sumiarta mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo dalam konperensi pers pada hari Rabu (27/4/2022) di Mapolres menerangkan, Senin (18/4/2022) siang pelaku dengan menaiki sepeda motor yamaha mio melakukan survey lokasi yang akan menjadi sasaran terlebih dahulu.

“Begitu tahu ada tumpukan karung yang berisi gabah di teras rumah Partinem, pada hari senin sore (18/4/2022) itu pelaku menyewa mobil kepada sebuah tempat persewaan mobil di Wedi. Kemudian jok mobil bagian tengah dilepas. Lalu pada hari Selasa (19/4/2022) dini hari pelaku melakukan aksi pencurian gabah di rumah korban”,kata Wakapolres.

Ditambahkan Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Klaten, Iptu Eko Pujiyanto, selama musim panen padi tahun 2022 ini, pelaku tidak hanya melakukan pencurian sekali, tetapi sudah delapan belas kali di berbagai lokasi di beberapa wilayah kecamatan di kabupaten Klaten.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, gabah hasil.curiannya dijual kepada Sri.Mulyani, warga desa Banyuaeng kecamatan Karangnongko. Sri Mulyani merupakan pedagang beras dan prmilik penggilingan padi”,ucapnya.

Menurutnya selain spesialis pencuri gabah, pelaku ini juga residivis berbagai tindak pencurian di beberapa wilayah kecamatan di kabupaten Klaten.

“Atas perbuatannya itu, Bambang dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP dengan.ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun”,ucapnya.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka, aksi pencurian gabanh yang dilakukan tidak seluruhnya mendapatkan banyak keuntungan setelah dijual.

“Kadang sedikit kadang banyak, saya melakukan pencurian sendiri tanpa mengajak orang lain”,pungkasnya. (Nur)