sieradMU.com Ngawen – Minimarket Tokomu yang dikelola oleh Majelis Ekonomi Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngawen, Kabupaten Klaten, menjelang akhir tahun 2020 ini sedikit mengalami penurunan omzet penjualan. Situasi ini akan menjadi bahan evaluasi MEK Ngawen untuk kembali meningkatkan dan mendongkrak omset penjualan pada tahun 2021 nanti.

“Beberapa bulan ini tokomu memang mengalami penurunan omzet penjualan. hal ini masih kami evaluasi dan pelajari penyebabnya,” kata Manager Tokomu Ngawen, Iwan Supriyadi, Rabu (30/12/2020)

Dijelaskan, penurunan omzet tersebut sekitar sepuluh persen dari empat bulan terakhir di tahun ini. Misalnya empat bulan terakhir saja omzet Tokomu masih berkisar antara Rp 3.5 juta setiap harinya, namun memasuki bulan oktober sampai akhir desember ini omzet nya hanya Rp 2.5 – 3 juta per hari.

“Hambatan atau faktor penurunan tersebuti salah satunya adalah masih belum lengkapnya produk jenis-jenis tertentu yang dijual TOKOMU. Sehingga konsumen ketika membeli produk yang dibutuhkan menjadi urung untuk belanja di TOKOMU”.jelasnya.

Faktor yang lain menurutnya, karenaberdirinya toko (minimarket ) modern di sekitar daerah ini tentu persaingan semakin keras untuk merebut hati konsumen.

“Walau begitu kami managemen tetap optimis bahwa TOKOMU Ngawen tahun depan dapat meningkatkan omzetnya karena akan ada strategi baru yang akan kami terapkan, Strategi baru dimaksud Iwan Supriyadi, seperti menjalin kerjasama dengan stakeholder, meningkatkan promosi, serta meningkatkan layanan konsumen”,ucapnya. (Dinda)