sieradMU.com Ngawen РJagad media sosial kembali dihebohkan dengan postingan isu penolakan pemakaman jenazah Suwarni (57) tahun, yang akan dimakamkan di Dukuh Mlandang, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.  Fakta yang terjadi adalah kesalahpahaman dan kurang komunikasi antara keluarga dengan masyarakat dan Pemdes setempat.

Meski sudah dimakamkan di pemakaman Dukuh Mlandang Timur, Pemerintah desa bersama rw setempat merasa dirugikan dan di fitnah dengan adanya berita bohong terkait penolakan pemakaman warga yang telah viral di media sosial dan banyak mendapatkan komentar miring dari netizen.

“Rencana awal sesuai dengan berita layu layu yang beredar, jenazah almarhumah akan dimakamkan di Dukuh Dayan, Desa Mireng. Kecamatan Trucuk, karena pesan almarhum sebelum meninggal minta dimakamkan di Dukuh Mlandang, maka secara mendadak pemakaman dipindahkan di Dukuh Mlandang”,kata Samsudin, Ketua RW 10, Dukuh Mlandang, Desa Manjungan.

Menurutnya karena ada pihak keluarga yang menginginkan dimakamkan di Dukuh Mlandang , kemudian jenazah pun dikirim ke mlandang manjungan, hal inilah yang membuat warga terkejut, terlebih disuasana pandemi covid-19 seperti sekarang ini, sehingga atas pertimbangan keresahan warga kemarin belum bisa memutuskan apakah jenazah bisa dimakamkan di Mlandang barat.

“Saya¬† belum bisa memutuskan karena harus berkoordinasi dengan pihak RT dan RW terdekat, nah dalam koordinasi tersebut disepakati pemakaman dilakukan di makam Dukuh Mlandang Desa Tempursari, karena disana mereka menerima jenazah almarhumah”,ucapnya.

Dijelaskan Udin, Karena Ketua RW di Dukuh Mlandang Desa Tempursari bersedia, dengan demikian kami menyangkal jika telah melakukan penolakan, karena belum sampai ada keputusan diterima atau ditolak, dari RW di Mlandang Tempursari¬† menerima jenazah almarhumah”,jelas Udin.

Dendra (31) perwakilan keluarga almarhum juga mengakui kurang adanya koordinasi dengan masyarakat di Dukuh Mlandang Desa Manjungan maupun Tempursari karena waktunya yang mendesak.

“Keluarga juga mengaku kurang koordinasi dengan Pemdes, tetapi memang tidak ada penolakan, karena jenazah sudah dapat dimakamkan di Dukuh Mlandang sesuai pesan almarhum sebelum meninggal, soal siapa yang memposting¬† di media sosial saya kurang tahu”,ucapnya.

sedangkan Dunung Nugraha, Kepala Desa Manjungan, mengatakan,  tidak benar, jika  warga kami menolak pemakaman jenazah, permasalahan kemarin sudah terselesaikan dan jenazah dimakamkan di Mlandang, Desa Tempursari hanya saja dampak dari postingan tersebut sangat merugikan dan menciderai warga desa manjungan.

“Misi keluarga sudah terselesaiakn memindahkan dari Trucuk ke Mlandang meski kurang koordinasi, tetapi imbasnya dengan isu penolakan ini yang sangat membuat kami merasa difitnah, diciderai, padahan kami sangat terbuka terkait masalah apapun selagi dapat dikoordinasikan dengan baik, Saya akan mencari siapa yang memposting di media sosial, kalau perlu kita laporkan ke pihak yang berwajib”,katanya, Senin (4/5/2020).

Camat Ngawen anna fajri hidayati mengatakan, jika ada masalah seperti itu hendaknya perlu di koordinasikan, yang lebihpenting kepala desa harus selalu mengedukaasi warganya jangan sampai menghalangi pemakaman jenazah terindikasi maupun positif covid sekalipun karena bisa dikenai hukuman pidana.

Reporter : Nur Muhammad – Editor : Dinda