Sieradmu.com Klaten â Alumni santri Pondok Pesantren Modern, Imam Syuhodo angkatan 16 terus menjaga kesalehan sosial dan spiritual melalui program Qurbanku Untuk Mereka (QUM). Bahkan untuk pendistribusian hewan dan daging qurban pada QUM ke-7 tahun ini menyasar kepada kalangan non muslim di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Hasan Rifai, Panitia QUM Ikatan Alumni Pondok Pesantren Modern, Imam Syuhodo, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo Angkatan 16 mengatakan, pada momentum Idul Adha tahun ini QUM menyalurkan satu ekor lembu dan 14 ekor kambing bagi dua daerah yang masih minim hewan qurban yakni di Dukuh Buluran, Desa Demangan dan warga Dukuh Munggung Wetan, Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, Sabtu (7/6/2025).
âHewan quran yang kami salurkan hari ini merupakan hasil penggalangan yang dilakukan oleh para alumni ponpes ditambah donasi dari masyarakatâ,katanya.
Dijelaskan, program QUM yang diambil dari Bahasa arab yang berarti bangkit, para alumni ponpes modern milik persyaraikatan Muhamamdiyah ini mempunyai harapan besar dalam berdakwah, membangkitkan kesadaran dan semangat berqurban masyarakat sebagai simbol ketaatan dan pengorbanan. Kami juga melakukan edukasi terkait penyembelihan hewan qurban secara syarâI, menjalin kerjasama dengan Komunitas Jagal Muhammadiyah (Jagalmu) di Cabang Karangdowo.
âDari tujuh tahun pelaksanaan tebar hewan qurban atau daging qurban, setelah dilakukan evaluasi, ada peningkatan kesadaran masyarakat utamana ummat islam untuk menyembelih hewan qurban seperti yang dilakukan Rosulullah sebelum wafatâ,jelasnya.

Tokoh Muhamamdiyah sekaligus Pengurus FKUB Klaten, Husni Thamrin menyambut positif program QUM yang dilaksanakan ikatan alumni Ponpes Modern Imam Syuhodo, selain sebagai bentuk syiar dakwah, membangun kepedulian sosial kemasyarakatan juga menujukkan sikap moderasi dalam beragama seperti halnya yang dilakukan warga masyarakat di Dukuh Munggung Wetan, Desa Munggung.
âWarga masyarakat di dukuh ini mayoritas non muslim, dari 70 keluarga seporoh lebih non muslim, namun mereka menunjukkan sikap toleransi yang tinggi membantu warga muslim yang tengah melaksanakan penyembelihan hewan qurban, saat ini ada 11 ekor kambing yang disembelih bantuan dari QUM dan ZAM-ZAM Biro Haji dan Umroh di Sukoharjo â,ucapnya.
Husni menyebut bahwa Muhammadiyah itu bersikap moderat yang tidak berlebih-lebihan dan tidak pula ekstrem, maka organisasi yang dirintis KH Ahmad Dahlan tersebut sudah melaksanakan moderasi beragama yang didalamnya terdapat sikap toleransi diberbagai bidang, mulai dari pendidikan, kegiatan sosial kemanusiaan dan lainnya.
âDi kampung ini warga muslim dan non muslim menunjukkan rasa kebersamaan, semangat kegotong royongan dalam melakukan penyembelihan dan pembagian daging qurbanâ,ucapnya. (nur)





























