Sholat Idul Adha FKTRM di Taman Lampion, Amir Junaidi Ajak Penguasa Refleksi Nilai Ketauladanan Ibrahim Dalam Mengelola Negara
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Idul Adha menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial di tengah kehidupan masyarakat. Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa.
Hal ini disampaikan, Profesor DR,H. Amir Junaidi.S.H, dihadapan ribuan jamaah Sholat Idul Adha di Taman Lampion, Kelurahan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah pada Rabu (17/5/2026).
Mantan Rektor Universitas Islam Batik Surakarta ini mengungkapkan momentum idul qurban seharusnya mejadi refleksi akbar bagi bangsa Indonesia dimana hendaknya bangsa ini harus berjuang, berkurban untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat kebaikan di dunia dan akherat.
“Saat ini rakyat diminta untuk aktif membayar pajak dengan data pendapatan sekotor pajak nasional mencapai Rp1.917,6 triliun atau 87,6% dari target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2.189,3 triliun. Hendaknya para pemimpin bangsa dalam hal ini pemerintah harus memnuhi hak-hak rakyatnya, memprioritaskan kepentingan rakyat dengan kewajiban, ketaatan yang telah dilaksanakan”,ungkapnya.
Dijelaskan Total Belanja Negara dalam APBN 2026 ditetapkan Rp3.842,7 , Sebagai pemimpin bangsa yang bijak hendaknya dapat mengelola uang negara ini dengan berhati-hati, transparan, dan efisien. Dengan demikian tindakan memperkaya diri sendiri atau tindak pidana korupsi uang negara dapat ditekan.
“Prilaku korupsi sangat bertentangan dengan ajaran Islam , Indonesia menempati urutan 37 dalam CPI 2024 artinya masih berjuang keras melawan banyaknya kasus korupsi”jelasnya.
Melalui momentum Idul Adha ini Amir Junaidi meyerukan pentingnya menjaga kebersamaan, kerukunan sesuai dengan nilai luruh Pancasila dengan semangat berbhineka tunggal ika untuk mencapai negara yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Bangsa ini memerlukan pemimpin yang memiliki jiwa besar, rela berkorban demi kemajuan bangsa karena ketaatannya pada Allah.
“Negeri yang subur, makmur, aman, dan damai. Kesejahteraan rakyat terpenuhi karena alam yang mendukung dan hukum yang ditegakkan dengan adil. Penduduknya senantiasa bersyukur, beriman, dan beramal saleh, sehingga mendapatkan rida serta ampunan Allah”,ucapnya.

Ketua Forum Komunikasi Takmir dan Remaja Masjid (FKTRM) Barenglor dan sekitarnya, Sudarwanto menegsakan jika keberadaan FKTRM ini sebagai wadah untuk mengaktualisasikan diri bagi para takmir masjid maupun remaja masjid binaan agar keberadaannya dapat memberikan dampak bagi masyarakat, mensejahterakan jamaah serta memakmurkan masjid.
“Melalui momentum Idul Adha ini kita mendorong, memotivasi untuk bersama sama meningkatkan semangat kecintaan kepda Allah, berjuang , berkurban untuk kemajuan ummat islam dengan meningkatkan profesionalisme, pengelolaam masjid. Bagaimana mengelola masjid menjadi pusat peradaban Islam dapat diwujudkan melalui manajemen profesional yang mengintegrasikan fungsi spiritual dengan pendidikan, ekonomi, dan sosial. Masjid harus dikembalikan ke fungsi utamanya seperti pada masa Rasulullah SAW, yakni sebagai episentrum kemajuan umat”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
