Manfaatkan Momentum Fortasi, MDMC PP Muhamamdiyah Dorong Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Yogyakarta – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan webinar Fortasi 2026 dengan tema “Gembira Berkarya untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan perwakilan sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk berbagi praktik baik dalam penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Webinar ini menghadirkan narasumber dari SMK Muhammadiyah 3 Metro Lampung, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi, SMP Muhammadiyah Prambanan Sleman, SD Muhammadiyah Al-Kautsar Sruweng Kebumen, serta SD Muhammadiyah Pahandut Kota Palangka Raya. Melalui sesi berbagi pengalaman, para peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan program kesiapsiagaan bencana yang disesuaikan dengan karakteristik ancaman di masing-masing wilayah.
Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa upaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan masih menjadi tugas bersama. Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat lebih dari 4.000 sekolah yang terdampak bencana sehingga ribuan peserta didik masih membutuhkan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.
“Setiap daerah dan setiap sekolah memiliki ancaman bencana yang berbeda-beda. Karena itu, penyebarluasan informasi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting agar seluruh warga sekolah mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujarnya(13/7/2026)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan program SPAB di sekolah masing-masing. Menurutnya, berbagai praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus mendorong sekolah lain untuk terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan Fortasi 2026, MDMC berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin siap dalam mengenali risiko bencana, menyusun langkah mitigasi, serta membangun budaya keselamatan di lingkungan pendidikan. Penguatan kapasitas satuan pendidikan menjadi langkah awal untuk mewujudkan sekolah yang tangguh sekaligus melindungi peserta didik dari risiko bencana di masa mendatang”,pungkasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
