Prihatin Maraknya Aksi Kekerasan Dilingkungan Pendidikan, Civitas SMP M Plus Klara Deklarasikan Stop Bullying
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- visibility 170
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara mengggelar apel dalam rangka Milad ke-11, Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-65 yang berlangsung di halaman sekolah setempat pada, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Forum Ta’aruf dan Silaturahmi (Fortasi) tahun ajaran 2026/2027.
Bertindak sebagai inspktur apel, Kepala SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, Sudarwanto diikuti seluruh siswa para asatid dan tenaga non kependidikan dilingkungan sekolah setempat. Komite SMP M Plus Klara, Ketua Majelis Dikdasmen PNF, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Klaten Utara dan lainnya.
“Pada tahun ini SMP M Plus Klara genap berusia 11 tahun atau memasuki dasa warsa kedua, kebetulan hari miladnya bersamaan dengan Milad IPM, momentum ini sebagai sarana untuk melakukan refleksi terkait komitmen SMP M Plus Klara dalam mewujudkan insan beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, berprestasi dan berwawasan global dengan spirit 3 T yakni beradab, berilmu dan beramal”,kata Sudarwanto.
Melalui momentum ini juga seluruh civitas SMP M Plus Klara meneguhkan tekadnya untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, inklusif melalui kampanye anti bullying, hal ini didasari kasus kekerasan dilingkungan pendidikan masih cukup mengkhawatirkan.
“Pada awal tahun 2026, terjadi tren yang mengkhawatirkan dengan sedikitnya 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan yang tercatat dalam periode Januari hingga Maret saja. Dari total angka tersebut, 71% di antaranya terjadi di tingkat sekolah. Bentuk perundungan (bullying) yang paling banyak dialami pelajar adalah bullying verbal (54,26%) dan perundungan sosial (23,26% ) ucapnya.

Sebelumnya peserta apel mengucapkan deklarasi yang intinya mengecam keras berbagai tindakan bullying atau keekrasan dilingkungan Pendidikan dengan berbagai bentuk sampai dalam hal penggunaan media sosial. Setelah itu satu persatu peserta apel melakukan cap lima jari yang bermakna stop perundungan atau kekerasan sebagai langkah prefentif dan membangun komitmen Bersama terkait pencegahan bullying dan kekerasan dilingkungan SMP M Plus Klara sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada seluruh pelajar di Indonesia.
Ketua IPM SMP M Plus Klara, Damar Adzhani Ismara, mengaku sangat mendukung kampanye anti bullying untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Kegiatan ini sebagai bukti nyata sekolah hadir dalam upaya mencegah perundungan yang dapat menimbulkan trauma jangka Panjang bagi para siswa.
“Saaat ini masih banyak perilaku bullying disekolah, mulai dari memanggil teman dengan julukan, saling mengejek, termasuk dalam meggunakan media sosial, harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran, membangu sinergitas bersama untuk mencegah berbagai tindakan bullying atau kekerasan dilingkungan Pendidikan”,ujarnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
