Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Warga Dukuh Koplak Kebondalem Kidul Akan Gelar Pentas Wayang Kulit di Komplek Pasar Hewan Prambanan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Panitia Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, akan menggelar pentas wayang kulit pada Sabtu, (29/8/2026). Kegiatan ini bagian dari semangat para generasi muda dan masyarakat dalam upaya melestarikan kesienian tradisional warisan leluhur.
Ketua RW I Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Roni Andriantoro mengatakan, Pagelaran Wayang Kulit ini menjadi rangkaian akhir kegiatan warga bersama karang taruna dalam menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
“Dalam pagelaran wayang kulit ini sebagai dalang adalah Ki Raka Adiyasa Pratama Saputra, S. Pd, warga kami sendiri yang telah lama terjun dalam dunia pedalangan, dengan mengangkat cerita Wahyu Tri Manunggal”,katanya kepada sieradmu.com, Kamis (27/8/2026).
Selain memberikan ruang para seniman lokal, pegaelaran wayang kulit ini menuurtnya juga sebagai upaya sinergitas bersama warga dengan karang taruna dalam melestarikan budaya Bangsa agar tidak tergerus dengan perkembangan jaman bersamaan dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan Ri ke-81.
“Pagelaran wayang kulit ini terbuka untuk umum, lokasinya disekitar pasar hewan Prambanan, mulai jam 8 malam, tidak dipungut biaya masuk alias gratis bagi pengunjung”,ucapnya.
Roni berharap pagelaran ini diharapkan dapat menjadi suguhan yang menghibur bagi masyarakat yang berada di daerah perbatasan Klaten dan Prambanan, Kabupate Sleman Daerah Yogyakarta. Menguatkan rasa kebersamaan serta meningkatkan rasa nasionalisme warga masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian seni budaya.
“Semoga menjadi hiburan masyarakat yang hadir dan menyaksikan pertunjukan wayang kulit ini, banyak pesan moral yang didapatkan dalam lakon Wahyu Tri Manunggal, terkait pentingnya perjuangan yang keras, ketulusan niat, dan kemurnian hati dalam mencapai kebijaksanaan atau kemuliaan hidup”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
