Ganggu Akses Pejalan Kaki, Warga Keluhkan Lapak Pedagang di Trotoar Jalan Jagalan Cawas
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sieradmu.com Klaten – Warga mengeluhkan kondisi trotoar di kawasan jalan Jagalan – Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, yang ditutup lapak pedagang kaki lima (PKL). Kondisi ini membuat pejalan kaki tak nyaman karena terpaksa turun ke badan jalan saat melintas, terutama ketika kawasan ramai pengunjung.
Arda(46) warga Kecamatan Cawas mengatakan kondisi trotoar saat ini sudah tak ramah pejalan kaki. Ia mengaku sering melewati kawasan tersebut, nampak beberapa lapak pedagang berdiri diatas trotoar.
“Terus terang saya merasa trotoar tidak nyaman buat pejalan kaki. Trotoarnya banyak dipakai pedagang Jadi orang jalan harus turun ke badan jalan,” katanya saat ditemui di sekitar pertigaan jalan Jagalan, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, situasi semakin membahayakan saat arus pengunjung padat. Pejalan kaki harus mencari ruang di antara kendaraan bermotor yang melintas di badan jalan apalagi disimpang tiga tersebut jalan kadang sangat ramai dan padat kendatraan.
“Mengganggu sekali. Apalagi kalau lagi ramai seperti ini, kita harus cari celah. Kadang malah berbahaya karena mau nggak mau turun ke jalan,” ujarnya.
Hal senada juga dirasakan Warsini warga Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo yang lewat jalan tersebut saat hendak menuju pasar Masaran, Kecamatan Cawas. Penggunaan trotoar sebagai lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) melanggar fungsi utamanya sebagai fasilitas publik bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Praktik ini jelas menyalahi aturan tata ruang.
“Secara aturan jelas tidak diperbolehkan, sebenarnya tak masalah soal PKL selama ditata dengan baik dan tidak mengambil hak pejalan kaki. Menurutnya, trotoar seharusnya difungsikan khusus untuk orang berjalan”,ucapnya.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Satpo PP dapat menata ulang kawasan tersebut, memberikan edukasi agar trotoar kembali ke fungsi awal dan penertiban dilakukan secara konsisten.
“Semoga trotoar dikembalikan fungsinya. PKL ditata, parkir ditertibkan, dan ada petugas yang rutin jaga, ” pungkasnya. (dR)
- Penulis: Redaksi SieradMU
