Puncak Milad Ke-33 SMK Muhammadiyah Delanggu, Sekretaris PWM Jateng Tawarkan Konsep Hybrid School
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 182
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Delanggu – Sekolah Muhamamdiyah di Jawa Tengah diharapkan dapat terus berinovasi dan dapat segera naik kelas menjadi sekolah premium dengan melaksanakan konsep Hybrid School. Hal ini perlu dilakukan mengingat saat ini pendidikan di Muhammadiyah masih berada pada fase pertumbuhan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dodok Sartono dalam paparannya pada resepsi puncak milad ke-33, SMK Muhammadiyah Delanggu, Kabupaten Klaten, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, Hybrid School sebagai standar baru yang menggabungkan nilai-nilai ideologis organisasi dengan budaya kerja korporat yang profesional.
“Kita perlu menaikkan kelas sekolah kita menjadi Sekolah Premium. Konsep Hybrid School adalah jawabannya. Sekolah tetap memegang nilai Muhammadiyah, namun manajemennya harus modern dan maju layaknya perusahaan dunia,” ucapnya.
Dijelaskan, Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Jawa Tengah terus mendorong sekolah Muhammadiyah dapat naik kelas menjadi premium, minimal satu kabupaten memiliki satu sekolah premium. Dengan menerapkan rumus momentum sebuah metafora manajerial dan strategis untuk menciptakan perubahan yang cepat, berdampak besar, dan berkelanjutan dalam pengelolaan lembaga pendidikan di persyarikatan.
“Rumus momentum dalam pengembangan pendidikan dapat dilakukan dengan perbaikan massa di internal persyarikatan, perbaikan sumberdaya manusia di sekolah, peningkatan sarana prasarana yang menunjang, kurikulum serta inovasi yang dilakukan secara cepat dan konsisten, dengan memanfaatkan momentum ini sekolah Muhamamdiyah akan lebih banyak diminati masyarakat”,jelasnya.
Muslim A Rahman, Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu menerangkan Puncak Milad ke-33 SMK Muhammadiyah Delanggu ini sebagai sarana untuk melakukan refleksi terhadap seluruh jajaran civitas di sekolah untuk menghadapi tantangan kedepan yang semakin berat.
“Kami berharap dengan refleksi ini dapat menguatkan semangat seluruh satuan pendididkan di SMK Muhammadiyah Delanggu dapat menjaga eksistensi ditengah perkembangan zaman, menguatkan sinergi dengan mitra, dengan dunia industry dan dunia kerja agar para siswa lulusan dapat 90 % langsung dapat terserap didunia kerja”,terangnya.

Sebagai sekolah pusat keunggulan lanjut Rahman, SMK Muhammadiyah Delanggu saat ini telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan di dunia industri seperti jurusan Teknik kendaraan ringan telah bekerjasama dengan program pintar bersama Daihatsu, Karoseri Laksana di Semarang, Nasmoco.
“Kita terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan menuju sekolah premium, harapannya SMK Muhammadiyah Delanggu dapat naik kelas menjadi sekolah premium dengan konsep hybrid school yang ditawarkan Sekteratis PWM Jateng tadi”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
