Sieradmu.com Prambanan – Anggota DPRD Jawa Tengah, Anton Lami Suhadi kembali melanjutkan konsistensinya dalam melestarikan kesenian tradisional melalui pementasan Drama Wayang Srikandi Senopati di Mandala Wisata, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten bersama Sanggar Tari Sri Rama memperingati hari jadi ke-32.
Pagelaran Drama Wayang dengan lakon Srikandi Senopati ini merupakan kolaborasi antara pementasan wayang kulit dengan dalang Ki Raka Adhiyasa dan wayang orang yang diperankan siswa sanggar seni Sri Rama. Sebelum ratusan penonton menyaksikan kisah drama wayang Srikandi Senopati terlebih dahulu disajikan aneka tari seperti tari krincing bekasakan, tari paying, tari kijang, tari menong dan tari semut yang melibatkan 120 penari.
Ketua Sanggar Seni Sri Rama, H.Susilo Budi Hermanto.S.Sos mengatakan kisah Drama Wayang Srikandi Senopati di Mandala Krida ini menceritakan sosok Srikandi yang membuktikan bahwa seorang perempuan mampu menjadi kesatria sejati, kisah ini memberikan pesan tentang keberanian, keadilan dan peran penting wanita dalam perjuangan.
“Melalui pementasan wayang drama ini diharapkan nilai perjuangan Srikandi yang membuktikan tak selamanya wanita menjadi sosok yang lemah, tidak hanya itu pagelaran ini sekaligus sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional dengan melibatkan para calon generasi emas bangsa”,katanya, Sabtu (7/12/2025)malam.

Pagelaran dalam rangka peringatan hari jadi ke-32 Sanggar Seni Sri Rama ini menurutnya, dibiayai dari APBD Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang merupakan aspirasi, bentuk kepedulian Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Anton Lami Suhadi dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di era glbalisasi seperti sekarang ini.
“Kami ucapkan terima kasih kepada beliau dan Disdikbud Provinsi Jawa Tengah atas fasilitas yang diberikan untuk keberlangsungan pentas perdana kolaborasi antara pementasan wayang kulit dan wayang orang yang diperankan siswa sanggar seni Sri Rama ini”,ucapnya.
Moementum ini sekaligus mempertemukan Legislator DPRD Jawa Tengah dari Partai Gplkar, Anton Lami Suhadi dengan Seniman Senior Yati Pesek. Dalam kesempatan tersebut beliau menceritakan kiprahnya, konsistensinya dalam merawat, meelstarikan sekaligus memfasilitasi tumbuhnya kelompok kesenian tradisional di daerah pemilihannya melaui dana aspirasi yang telah diperjuangkan termasuk pementasan drama wayang yang sangat luar biasa ini.
“Saya adalah wakil rakyat di Daerah Pemilihan 7 Jawa Tengah yang meliputi Klaten, Sukoharjo dan Kota Solo, komitmen menyelenggarakan pentas kesenian tradisional ini sebagai upaya untuk menjaga nilai budaya ini tetap lestari utamanya bagi generasi muda, anak cucu kita tetap cinta kepada warisan kesenian tradisional”,ucapnya.
DPRD Jawa Tengah menuurtnya, terus berupaya melestarikan kesenian tradisional melalui berbagai cara, termasuk mengalokasikan anggaran melalui Pokir ( pokok pikiran), mendorong program ekstrakurikuler seni di sekolah, memfasilitasi hibah anggaran, mendorong sinergi dengan Dewan Kesenian Daerah, serta mengintegrasikan kesenian dalam acara sosialisasi dan kegiatan masyarakat untuk mempromosikan regenerasi seniman muda dan mengenalkan budaya lokal kepada publik, terutama milenial.

Seniman Senior Yati Pesek menyampaikan apresiasi kepada Anton Lami Suhadi dan para wakil rakyat lainnya di DPRD Jawa Tengah yang ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian kesenian tradisional melalui berbagai kebijakan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku seni di Jawa Tengah.
“Terima kasih Pak Anton atas komitmennya, dukungannya kepada generasi muda kita yang ikut berperan sebagai seniman muda untuk menjaga kelestarian kesenian tradisional agar tetap tumbuh di era global dan mensejahterakan para pelaku seni didalamnya”,pungkas Yati Pesek. (nur)





























