Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Menyambut Ramadhan: Momentum Perubahan Menuju Kehidupan Islami

Menyambut Ramadhan: Momentum Perubahan Menuju Kehidupan Islami

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
  • visibility 1.171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Zulfiana R. Shalihah, S.Pd (Guru SMP Muh 5 Ngupit & MIM Beji, Tulung Klaten) 

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan suci ini dengan penuh suka cita, melaksanakan ibadah puasa dan memperbanyak amal kebajikan. Namun, Ramadhan seharusnya tidak hanya menjadi ajang ritual tahunan yang berlalu begitu saja tanpa makna yang mendalam. Bulan ini harus menjadi momentum perubahan bagi setiap individu Muslim, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun politik.

Perubahan dalam Islam tidak cukup hanya pada aspek individu semata, tetapi harus mencakup sistem kehidupan yang diterapkan dalam masyarakat, karena islam bukan sekadar agama ritual, melainkan sistem hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali kepada syariat secara total, bukan hanya dalam ibadah pribadi seperti puasa dan shalat, tetapi juga dalam aspek muamalah dan pemerintahan. Jika umat Islam hanya fokus pada ibadah individu tanpa memperjuangkan penerapan Islam secara kafah, maka perubahan yang diharapkan tidak akan terwujud secara sempurna.

Imam Malik, sebagai salah satu imam mazhab yang terkenal dengan prinsip al-maslahah al-mursalah, menekankan bahwa hukum Islam harus diterapkan dengan mempertimbangkan maslahat bagi umat. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang mengajarkan umat untuk berempati kepada sesama, meningkatkan solidaritas sosial, dan menegakkan keadilan. Serta menjadi semangat bagi umat Islam untuk bangkit menegakkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dengan kata lain, perubahan yang terjadi di bulan Ramadhan harus mencakup dimensi sosial, di mana umat Islam berusaha untuk membangun kehidupan yang lebih adil dan berlandaskan syariat Islam.

Sementara itu, Imam Abu Hanifah menekankan pentingnya penggunaan akal dalam memahami dan menerapkan hukum Islam. Pendekatan rasional yang beliau ajarkan menunjukkan bahwa perubahan yang sejati tidak bisa terjadi hanya dengan semangat emosional semata, tetapi harus didasarkan pada pemahaman yang benar terhadap hukum Islam. Ini berarti bahwa setiap Muslim harus menjadikan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan pemahamannya terhadap Islam, tidak hanya dalam aspek ibadah tetapi juga dalam aspek hukum, ekonomi, dan sosial. Dengan demikian, perubahan yang terjadi akan lebih kokoh dan berakar kuat dalam pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam.

Perubahan sejati dalam Islam harus berbasis pada kesadaran politik yang tinggi. Umat Islam harus memahami bahwa berbagai permasalahan yang mereka hadapi saat ini adalah akibat dari tidak diterapkannya hukum Islam secara menyeluruh dalam kehidupan. Oleh karena itu umat Islam selain berbenah cecara individu juga harus menyadari pentingnya perjuangan untuk menegakkan kembali Islam sebagai sistem kehidupan. Kesadaran ini harus diwujudkan dalam bentuk dakwah dan perjuangan kolektif untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah.

Jika melihat kondisi umat Islam saat ini, banyak yang masih memandang Ramadhan hanya sebagai bulan peningkatan ibadah pribadi tanpa memikirkan dimensi perubahan yang lebih luas. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa banyak perubahan besar dalam peradaban Islam terjadi di bulan Ramadhan. Perang Badar, Fathu Makkah, dan berbagai peristiwa penting lainnya dalam sejarah Islam terjadi di bulan suci ini, yang menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan perjuangan dan perubahan. Oleh karena itu, sudah saatnya umat Islam mengembalikan makna sejati Ramadhan sebagai bulan kebangkitan dan transformasi, bukan hanya bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Perubahan yang dicita-citakan dalam Islam tidak bisa terjadi secara spontan atau hanya mengandalkan semangat Ramadhan sesaat. Diperlukan usaha yang berkelanjutan untuk mewujudkan transformasi ini. Ramadhan bisa menjadi titik awal bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan membangun kesadaran akan pentingnya penerapan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Kesadaran ini harus terus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata setelah Ramadhan berakhir, agar perubahan yang terjadi bukan hanya bersifat temporer, tetapi berkelanjutan. Dengan demikian, Ramadhan bukan hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan kebangkitan menuju kehidupan yang lebih baik di bawah naungan syariat Islam.

(isi diluar tanggung jawab redaksi)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah, Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-108 & Launching Senam ‘Aisyiyah Bahagia PCA Ceper

    Meriah, Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-108 & Launching Senam ‘Aisyiyah Bahagia PCA Ceper

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 592
    • 0Komentar

    sieradmu.com  Klaten – Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-108, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Ceper menggelar kegiatan Jalan Sehat dan Launching Senam ‘Aisyiyah Bahagia pada Ahad, 11 Mei 2025. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Serbaguna Desa Pasungan, Ceper, Klaten, dengan diikuti sekitar 600 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota ‘Aisyiyah se-PCA […]

  • Praktik Manasik Haji Kemenag Klaten Dipusatkan di Ponpes Nashirul Washatiyah

    Praktik Manasik Haji Kemenag Klaten Dipusatkan di Ponpes Nashirul Washatiyah

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 738
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Ribuan jamaah calon haji Kabupaten Klaten mengikuti praktek simulasi manasik haji dan Umroh yang diselenggarakan Kementrian Agama Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan IPHI Kabupaten Klaten, Yayasan Jamaah Haji Klaten, dan Forum Komunikasi KBIHU Klaten. Praktek simulasi umroh dan haji di Ponpes Nashirul Washatiyah di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara, pondok pesantren baru yang […]

  • Ngabuburit Dengan Konstituen, Kadarwati DPRD Jateng Suguhkan Kesenian Wayang Dakwah

    Ngabuburit Dengan Konstituen, Kadarwati DPRD Jateng Suguhkan Kesenian Wayang Dakwah

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Trucuk – Wayang merupakan salah satu media yang dipilih oleh para wali yang dikenal dengan sebutan Walisongo untuk berdakwah.Hal ini mengingat pada waktu itu kesenian wayang kulit sangat digemari oleh masyarakat di pulau Jawa. Hal tersebut dismpaikan Anggota DPRD Jawa Tengah saat menghadirkan pagelaran kesinian agama berupa pentas wayang dakwah bersama dalang Tri Harni […]

  • Sambang Warga, Bupati Klaten Resmikan Pendapa dan Kunjungi Stand UMKM di Desa Blanceran

    Sambang Warga, Bupati Klaten Resmikan Pendapa dan Kunjungi Stand UMKM di Desa Blanceran

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten  Program Sambang Warga digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten di Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Rabu (18/9/2024). Agenda tersebut merupakan program serap aspirasi masyarakat secara langsung. Bupati Klaten, Sri Mulyani hadir secara langsung didampingi Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono dan OPD Kabupaten Klaten. Sambang Warga diawali dengan peninjauan stan UMKM Desa Blanceran dan UMKM potensial […]

  • Indikator Terpenuhi, Hasil PKM BEM Unwidha, Desa Layak Bahasa Indonesia Diluncurkan, Kades Akan Siapkan Payung Hukumnya

    Indikator Terpenuhi, Hasil PKM BEM Unwidha, Desa Layak Bahasa Indonesia Diluncurkan, Kades Akan Siapkan Payung Hukumnya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  LPPM Universitas Widya Dharma Klaten pagi tadi (16/12/2025) meluncurkan hasil  PKM Pengembangan Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten Utara Klaten Jawa Tengah berbasis project, dengan skema pemberdayaan masyarakat oleh BEM Tahun Anggaran 2025 di aula Kantor Desa Belangwetan. Peluncuran PKM BEM 2025 dengan nomor kontrak 007/LL6/AL.04/PM-BEM/2025 tersebut dilakukan secara simbolis dengan penyerahan […]

  • Manfatkan Momentum Tahun Baru Islam, PCA Ngawen Gelar BA Pimpinan, Ini Tujuannya!

    Manfatkan Momentum Tahun Baru Islam, PCA Ngawen Gelar BA Pimpinan, Ini Tujuannya!

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Ngawe, Kabupaten Klaten menggelar Baitul Arqom untuk Penguatan Ideologi dan Kepemimpinan selama dua hari di Gedung LKSA Putri Aisyiyah Ngawen, 26-27 Juni 2026 yang bertepatan dengan awal tahun baru Muharam 1447 Hijriyah. Baitul Arqam Pimpinan yang dibuka Suwarni,  Wakil Ketu Pimpinan Daerah Aisyiyah Klaten ini diikuti tak kurang […]

expand_less