Syahdu, Usai Sholat Ied Jamaah Masjid Al-Iman Berhalal bi Halal dan Makan Soto Bareng
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten Halal bi halal menjadi tradisi khas di Indonesia setiap Idul Fitri tiba, tak terkecuali bagi ratusan jamaah Masjid Al-Iman, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, ternyata tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh yang beragama Islam, tapi oleh seluruh komponen masyarakat.
Di Masjid ini kegiatan halal bi halal diawali dengan pembacaan Ikrar halal bihalal mengandung makna pengakuan kesalahan secara tulus, permohonan maaf lahir dan batin, serta komitmen untuk mempererat tali silaturahmi. Setelah bersalam salaman para jamaah menikmati sarapan soto bersama dengan penuh keakraban.
“Ini adalah momen menyambung kembali persaudaraan yang sempat renggang, membersihkan hati dari dendam, dan membangun harmoni sosial serta persatuan setelah Idul Fitri”,kata Haji Ahmad Subandriyo kemarin (20/3/2026).
Menurutnya kegiatan halal bi halal, ini sudah menjadi tradisi jamah masjid Al-Iman setelah melaksanakan sholat idul fitri mereka sepakan bertemu di masjid untuk melaksanakan kegiatan silaturahmi ini.
“ Tujuan utama halal bihalal adalah mempererat tali silaturahmi, menyambung hubungan yang terputus, dan saling memaafkan kesalahan antar sesama setelah Ramadan. Tradisi khas Indonesia ini bertujuan membersihkan hati dari dendam, meningkatkan kualitas spiritual, serta menciptakan harmoni, persatuan, dan toleransi dalam masyarakat”,ucapnya.
Ketua Syiar Ramadhan dan Idul Fitri Masjid Al-Iman, Iman Aqib Rizqon mengungkapkan kegiatan ini sebagai rangkaian dari pelaksanakan program syair Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah.
“Di Masjid Al Iman rangkaian kegiatan Ramadhan mulai dari penyelenggaraan ibadah, Shalat berjamaah 5 waktu, Shalat Tarawih dan Witir, penyelenggaraan kajian seperti Kajian jelang berbuka, setelah sholat tarwih, kuliah subuh dan kajian intensif lainnya, kebetulan tahun ini kami kedatangan Tim Safari Dakwah Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) bersama penceramah seorang mualaf sekaligus mantan misionaris, Ustadzah Dewi Purnamawati, penyaluran zakat, infaq dan sedekah, kegiatan remaja masjid, tadarus al-Qur’an dan penyelanggaraan halal bi halal ini”, ungkapnya.

Panitia Syiar Ramadhan Masjid Al-Iman menurutnya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamah yang telah bersama sama menjalankan seuruh rangkaian kegiatan Ramadhan hingga halal bi halal ini dengan semangat, semoga kita mendapatkan kemuliaan di bulan suci yang baru saja kita tinggalkan ini.
“Kedepan program syiar Ramadhan di Masjid Al-Iman akan terus ditingkatkan dengan harapan dapat terus sebagai sarana memakmurkan masjid, menguatkan aqidah para jamaah serta lebih memberdayakan jamaah”,pungkas Aqib. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
