Sieradmu.com Banyumas – Pimpinan karawitan New Surya Laras Banyumas Prof. Dr. HM.Hizbul Muflihin  mengatakan  bahwa karawitan, khususnya gendhing Banyumasan, bisa menjadi media yang efektif untuk syiar dan dakwah di Banyumas karena memiliki akar budaya yang kuat dan dapat menarik perhatian masyarakat.

Prof. Hizbul Muflihin yang juga sebagai Wakil Ketua PDM Banyumas tersebut menyatakan jika   kesenian ini dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah melalui syair-syair atau lagu-lagu yang bernuansa Islami, seperti sholawat atau lagu-lagu yang berisi pesan kebaikan.  Menurutnya gendhing Banyumasan adalah jenis karawitan yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.

“Kesenian ini memiliki ciri khas dan gaya musik yang unik, seperti seni Kentongan dan Hadroh Bersholawat (Kenthos),Perpaduan seni kentongan (alat musik tradisional Banyumas) dengan hadroh bersholawat (sholawat) menjadi contoh sukses penggunaan karawitan untuk syiar dan dakwah di Banyumas.” Ujarnya, Kamis (1/5/2025).

Menurutnya, kesenian karawitan dapat dimanfaatkan untuk menyajikan pesan-pesan dakwah melalui syair-syair atau lagu-lagu yang bernuansa Islami.  Misalnya, sholawat yang dibawakan oleh Kenthos, atau lagu-lagu yang berisi pesan kebaikan dan nilai-nilai Islami lainnya” kata Wakil Ketua PDM Banyumas ini. Karawitan memiliki akar budaya yang kuat di Banyumas, sehingga masyarakat lebih mudah menerima dan menghargai penggunaan kesenian ini untuk menyampaikan pesan dakwah.

“Selain Kenthos, ada banyak kelompok atau komunitas yang memanfaatkan karawitan untuk syiar dan dakwah di Banyumas. Contohnya, Sanggar Laras Manunggal di Dukuh Waluh, Kecamatan Kembaran, Karawitan New Surya Laras di Banyumas yang juga aktif dalam kegiatan kesenian karawitan dan dakwah, menurut sebuah penelitian UIN SAIZU Purwokerto.

Ditambahkan sejauh ini Pemerintah Kabupaten Banyumas juga aktif mendukung dan menyelenggarakan festival karawitan untuk mempromosikan dan melestarikan kesenian ini. ( Moch.Isnaeni )