Kelola 22 SPPG, Bambang Sridaya Dukung Langkah BGN Perketat Pengawasan Program MBG
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pemilik yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Bambang Sridaya mendukung langkah Badan Gizi Nasional yang terus memperketat operasional SPPG dengan regulasi yang ada. Selain dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia, langkah ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait program MBG.
Hal tersebut disampakian Bambang Sridaya usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) sejumlah sekolah yang akan menerima program MBG dari Dapur Sehat Mandiri, SPPG di Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah yang dikelola Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera, Jum’at (24/4/2026).
Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) baru baru ini telah menangguhkan dan men-suspend sebanyak 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) utamanya SPPG-SPPG yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum daftar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
“Kami selalu bergegang teguh dengan Ketentuan, Juklak, Juknis maupun SOP dalam pelayanan, karena BGN akan terus memantau dan memperketat program MBG, jika ada SPPG yang melanggar Ketentuan, tidak sesuai SOP maupun aturan lain jelas akan ditutup”,katanya.
Dapur Sehat Mandiri, SPPG di Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah ini merupakan SPPG ke-22 yang telah dirintis dan rencana akan beroperasi awal pekan depan. Sebelum dilakukan MoU , Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera menunjukkan secara langsung mulai dari perijinan, SHLS dan bagaimana kondisi dapur, peralatan yang digunakan, ruangan penyimpanan, kantor pelayanan ahli gizi, kepala SPPG hingga peralatan masak, ompreng yang semuanya sesuai dengan standar.
“SPPG ini akan menyajikan 2000 porsi setiap harinya untuk 16 sekolah penerima manfaat sesuai dengan ketantuan BGN, kami sudah mengetahui aturan-aturan yang wajib dipenuhi seperti halnya dalam pendirian SPPG sebelumnya dari 3yayasan yang dirintis”,katanya.
Lebih lanjut Sridaya mengungkapkan keikutsertaannya dalam mendukung program MBG dilandasi karena program ini sangat berguna bagi masyarakat , tidak hanya persoalan pemenuhan gizi dan pendidikan namun dengan adanya program MBG ini sekaligus bagaimana pemerintah berupaya meningkatkan geliat ekonomi, pemberdayaan UMKM peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja baru .
“Inilah yang diharapkan dari Pemerintahan Pak Prabowo menjadikan bangsa ini semakin kuat, adanya peningkatakan kesejahteraan masyarakat, pendidikan yang bermutu, perekonomian yang terus membaik menuju Indonesia Emas 2045”,ujarnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
