Haflatul Wada’ MBS Klaten Angkatan XII, Wisudawan Yang Hafal Al-Qur’an 30 Juz Terus Meningkat
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah Klaten menggelar Haflatul wada (perayaan perpisahan) bagi santri angkatan XII tahun 2026, di Gedung Arafah Center, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Sabtu (6/6/2026).
Nampak hadir, Kepala Kemenag Klaten , Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, Majelis Dikdasmen PNF, Dewan Pembina MBS, Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah dan jajaran Civitas Muhammadiyah Boarding School MBS Klaten, para wali santri , sejumlah pimpinan pondok pesantren dan lainnya.
Ketua Panitia Muhammad Zainuri Fatakh melaporkan, kegiatan haflatul wada’ angkatan XII diikuti berjumlah 96 santri yang terdiri dari 38 santri putra dan 58 santri putri. Sebelumnya mereka telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang harus dipenuhi, seperti ujian lisan, tertulis dan ismuba secara online, ujian kompetensi ibadah, diklat kepemimpinan, membuat karya tulis ilmiah dengan bahasa Arab dan lainnya.
“Dari jumlah 96 santri yang sudah menyelesaikan hafalan Al-qur’an 30 juz sebanyak 27 santri, meningkat dibanding wisuda tahun sebelumnya, selanjutnya mereka akan terlebih dahulu menjalani masa pengabdian di beberapa pondok pesantren sesuai dengan penunjukan dari MBS Klaten, Sudah ada 38 Ponpes yang menjaukan permohonan santri magang atau menjalani tugas pengabdian ”,katanya.
Ketua PDM Klaten yang diwakili Ustadz. Drs, Faturahman mendorong jajaran civitas MBS Klaten terus menciptakan terobosan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi para santri seperti kualitas Bahasa, membuka kerjasama dengan universitas islam diluar negeri seperti di Madinah University, Universitas Ain Sham, Universitas Al-Azhar di Mesir.
“Dengan membuka program kerjasama internasional antara MBS Klaten dengan universitas Islam luar negeri tentu akan banyak manfaatnya, seperti membuka akses beasiswa, mempercepat transformasi kurikulum berstandar global, meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab dan ilmu agama, serta membentuk jejaring intelektual internasional bagi para santri”,ucapnya.
Mudir MBS Klaten, KH. Fachrudin Sasmita. LC menjelaskan bahwa seluruh jajaran Civitas MBS Klaten senantiasa memegang teguh amanah yang diberikan para wali yang telah menyerahkan pendidikan putra putrinya di MBS Klaten.
“Hasil yang nampak hari ini kita serahkan kepada bapak ibu wali santri, namun sebenarnya pendidikan itu hasilnya dapat dinikmati dimasa yang akan datang dengan pondasi karakter keislaman yang ditanamkan selama menjalani pendidikan di pesantren sebagai bekal menjalani kehidupan dimasa yang akan datang”,jelasnya.
Fawas Nabil Munandar salah satu wisudawan MBS Klaten merasakan kegembiraan menjalani kehidupan di Pondok Pesantren Muhammadiyah selama enam tahun. Melalui pembimbingan dan kedekatan dengan para asatidz dirinya mengakui banyak mendapatkan wawasan, memiliki pemahaman agama yang kuat (tafaqquh fiddin) serta adaptif terhadap perkembangan. Ditanamkan nilai-nilai Islam transformatif yang mendorong mereka untuk selalu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Awalnya merasakan tidak betah namun selanjutnya mulai terbiasa dengan kehidupan asrama yang ketat, mengajarkan mereka manajemen waktu dan penyelesaian masalah secara mandiri melalui berbagai pola pendisiplinan, kemandirian santri, pembelajaran kepemimpinan melalui organisasi OSPPM dan semangat untuk menhafal Al-qur’an ”,ujarnya.(Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
