KLB Keracunan Massal di Klaten, Ratusan Warga Masih Menjalani Perawatan Medis
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
- visibility 435
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pemerintah Kabupaten Klaten menetapkan status kejadian luar biasa keracunan massal saat pentas wayang kulit di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno setelah, seorang warga dikabarkan meninggal dunia. Hari ini (15/4/2025) Bupati Klaten meninjau posko kesehatan yang didirikan dilokasi kejadian dan bersilaturahmi kerumah warga yang meninggal.
Sesampai dilokasi posko kesehatan yang berada tak jauh dari tempat penyelenggaraan wayangan di Desa Karangturi, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyempatkan berbincang dengan sejumlah petugas medis yang diterjunkan untuk mempercepat penanganan keracunan massal yang terjadi Sabtu (12/4/2025).
“Kami terus memberikan pelayanan untuk membantu warga yang menjadi korban keracunan makanan, ternyata memang banyak yang menjadi korban kejadian keracunan massal disini”,kata Bupati,Selasa.
Diharapkan dengan adanya Posko Kesehatan ini warga akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat untuk menangani kasus keracunan massal . Layanan mobil ambulan juga disiapkan di posko kesehatan yang dibangun Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten.
“Jika sakit yang dialami warga tidak terlalu parah, petugas memberikan obat dan diperbolehkan pulang dengan dipantau 24 jam. Namun bagi yang kondisinya parah langsung dirujuk ke Puskesmas”,ucapnya.
Hamenang menjelaskan, penyebab pasti keracunan massal, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten juga sudah mengambil sampel makanan berupa daging dan sambal goreng yang disajikan saat acara wayangan.
“Kami berharap penanganan kasus keracunan massal dapat segera selesai, warga juga tidak ada yang merasakan gejala sakit akibat kejadian tersebut”,jelas Hamenang.
Sementara itu berdasarkan data di posko kesehatan sampai dengan Selasa siang pukul 14.00 WIB, jumlah warga yang menjadi korban keracunan makanan sebanyak 129 orang, dari jumlah tersebut satu orang dinayatakan meninggal dunia, satu orang diperbolehkan pulang dan lainnya masih berada di rumah sakit, puskesmas dan dirawat di Posko Kesehatan. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
